Jumat, 30 September 2022

Catat! Pelaku Perjalanan Masuk ke Cilacap Harus Karantina untuk Cegah Omicron

Salah satu pekerja di Cilacap ikuti vaksinasi booster (Ulul Azmi)

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cilacap terus ditingkatkan. Tak hanya percepatan vaksinasi, pelaku perjalanan dari luar daerah hingga luar negeri yang masuk Kabupaten Cilacap pun harus jalani karantina.


Cilacap, serayunews.com

Akselerasi percepatan vaksinasi digencarkan di Kabupaten Cilacap, masyarakat rentan dan masyarakat umum mulai mendapatkan vaksinasi lanjutan dosis 3 (booster) untuk meningkatkan kekebalan kelompok sebagai penangkal Covid-19, terlebih varian Omicron sudah merebak di tanah air.

Untuk itu, adanya penambahan kasus aktif di Kabupaten Cilacap menjadi perhatian. Sebab, dari beberapa kasus penularan terjadi dari pelaku perjalana dari luar negeri maupun luar daerah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan dikhawatirkan bisa menularkan varian Omicron meski hasil laboratorium whole genome sequencing (WGS) belum keluar, namun patut diwaspadai.

“Perjalanan luar negeri sesuai kesepakatan dengan Bupati saat rapat kemarin harus dikarantina. Ini termasuk dengan perjalanan dari luar daerah yang memiliki kasus tinggi. Selain itu harus melakukan swab sebelum kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Kapolres AKBP Eko Widiantoro disela kegiatan vaksinasi booster dan kunjungan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji bersama Forkopimda di Gedung Patraria RU IV Cilacap, Kamis (03/02/2022).

Bupati dan Forkopimda Cilacap saat meninjau vaksinasi booster di Gedung Patraria Cilacap (Foto: Ulul Azmi).

Selain itu, sejumlah warga di Cipari yang melakukan ziarah ke Bangkalan Madura, yang beberapa waktu lalu jalani swab dan satu warga reaktif, Satgas masih terus melakukan tracing kepada warga kontak erat serta rombongan yang belum diswab.

“Kita koordinasikan dengan Satgas, agar tim tracer kembali turun kita cek kembali tracing dan testingnya,” ujarnya.

Sementara itu, cakupan vaksinasi di Kabupaten Cilacap, Kapolres menyebut saat ini pemberian dosis 1 sudah mencapai lebih dari 86%, dosis 2 mencapai 73%. Sekarang sedang dikebut untuk dosis ketiga dengan sasaran vaksin untuk lansia, namun warga yang sudah vaksin kedua selama 6 bulan bisa mendapat booster.

“Ini kita kebut supaya capaiannya bisa maksimal. Karena seperti yang kita ketahui bersama di Indonesia pada umumnya dan juga di Kabupaten Cilacap ada penambahan-penambahan kasus positif (Covid-19) yang baru dan angka aktif juga mengalami peningkatan. Kita harus melakukan upaya-upaya untuk menekan penambahan angka positif (Covid-19) dengan cara salah satunya melalui vaksinasi,” kata Kapolres.

Di tempat yang sama Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, bahwa vaksinasi booster juga sebagai salah satu upaya menyelamatkan diri dan lingkungan dari ancaman terpapar Covid-19. Untuk itu Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi.

“Ini adalah bagaimana upaya kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan, tapi kita juga harus menjaga diri kita sendiri. Yang belum vaksin harus vaksin. Dari data yang ada, yang tidak kuat (terpapar Covid-19) itu yang belum vaksin, walaupun yang sudah vaksinpun masih bisa kena, tetapi tidak terlalu parah. Untuk itulah hari ini kita mengadakan vaksin booster dan yang belum vaksin harus vaksin,” ujar Bupati.

Adapun vaksinasi booster yang digelar di Gedung Patraria PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap menyasar sekitar 2000 sasaran untuk para pekerja internal yang digelar selama empat hari.

Akselerasi percepatan vaksinasi booster ini bersamaan dengan akselerasi percepatan serentak se-Indonesia yang dipantau oleh Kapolri melalui zoom dari Kota Depok yang merupakan wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh Forkompimda Cilacap.

Berita Terpopuler

Berita Terkini