
SERAYUNEWS-Kerja keras dan ketekunan membawa perubahan besar bagi Novanto (35), warga Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berawal dari profesinya sebagai buruh tani, kini ia sukses menekuni usaha kerajinan kayu dengan pemasaran hingga luar daerah dan omzet jutaan rupiah setiap bulan.
Novanto mulai belajar mengolah kayu secara mandiri pada 2024. Dengan peralatan sederhana dan memanfaatkan waktu luang di sela pekerjaannya sebagai buruh tani, ia mencoba membuat berbagai produk berbahan kayu. Seiring waktu, keterampilannya terus berkembang dan pesanan pun mulai berdatangan.
“Awalnya hanya coba-coba dan belajar sendiri. Lama-lama banyak yang tertarik dan memesan,” ujar Novanto saat ditemui di bengkel kerjanya.
Beragam produk kini dihasilkannya, mulai dari meja dan kursi kafe, rak buku, hingga kandang kambing kontes. Produk kandang kambing kontes menjadi salah satu yang paling diminati pasar. Pesanan bahkan datang dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Menurut Novanto, kandang kambing kontes dirancang dengan desain khusus yang memperhatikan estetika dan kenyamanan hewan, sehingga diminati para peternak yang mengikuti ajang perlombaan.
Tak hanya fokus pada produk utama, Novanto juga memanfaatkan limbah kayu sisa produksi menjadi barang bernilai jual. Potongan kayu kecil diolah menjadi talenan, hiasan rumah, hingga kandang burung. Strategi tersebut dinilai efektif untuk meminimalkan limbah sekaligus menambah pemasukan.
Berkat keuletannya, usaha kerajinan kayu yang dirintisnya kini mampu menghasilkan omzet rata-rata Rp6 juta hingga Rp7 juta per bulan. Penghasilan tersebut jauh meningkat dibanding saat ia hanya mengandalkan upah sebagai buruh tani.
Novanto berharap usahanya terus berkembang dan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak ragu mencoba peluang usaha baru.
“Yang penting mau belajar dan tekun. Hasil tidak akan mengkhianati usaha,” katanya.