
SERAYUNEWS – Di era teknologi digital, penggunaan perangkat seperti smartphone, tablet, dan komputer sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Seiring meningkatnya waktu menatap layar, muncul berbagai fitur yang diklaim lebih nyaman bagi mata, salah satunya adalah dark mode atau mode gelap.
Dark mode merupakan pengaturan tampilan antarmuka dengan latar belakang berwarna gelap, biasanya hitam atau abu-abu tua, dengan teks dan ikon berwarna terang.
Tujuannya adalah mengurangi intensitas cahaya layar sekaligus memberikan kontras yang lebih nyaman, terutama saat perangkat digunakan di kondisi minim cahaya.
Saat ini, fitur dark mode hampir tersedia di semua aplikasi dan sistem operasi populer, seperti WhatsApp, Instagram, serta sistem operasi iOS dan Android.
Namun, benarkah dark mode selalu lebih ramah bagi mata? Berikut penjelasan lengkapnya.
Secara umum, dark mode dirancang untuk mengurangi paparan cahaya terang dari layar.
Dengan latar belakang gelap, mata diharapkan tidak bekerja terlalu keras, khususnya ketika membaca atau menatap layar dalam kondisi gelap, seperti di malam hari.
Selain alasan kenyamanan, dark mode juga dikembangkan untuk meningkatkan pengalaman visual dan efisiensi energi, terutama pada perangkat dengan teknologi layar tertentu.
Dark mode sering dianggap membantu mengurangi ketegangan mata saat layar digunakan di ruangan dengan pencahayaan rendah.
Latar belakang gelap dapat menekan silau berlebih, sehingga mata tidak harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan cahaya terang yang menyilaukan.
Kontras antara teks terang dan latar gelap juga membantu sebagian pengguna membaca lebih nyaman dalam waktu lama, terutama sebelum tidur.
Pada smartphone dengan layar OLED atau AMOLED, penggunaan dark mode dapat membantu menghemat baterai.
Piksel berwarna hitam pada jenis layar ini tidak menyala, sehingga konsumsi energi menjadi lebih rendah.
Beberapa riset menunjukkan mode gelap dapat mengurangi penggunaan daya secara signifikan dibandingkan mode terang.
Tidak sedikit pengguna memilih dark mode karena alasan visual. Warna gelap memberikan kesan antarmuka yang lebih bersih, minimalis, dan terlihat modern.
Bagi sebagian orang, mode gelap juga terasa lebih fokus karena elemen visual yang tidak terlalu mencolok.
Bagi sebagian pengguna, khususnya yang memiliki kondisi mata seperti astigmatisme, teks terang di atas latar gelap dapat memunculkan efek halo.
Efek ini membuat huruf terlihat samar atau bercahaya, sehingga justru mempercepat kelelahan mata.
Sejumlah pakar kesehatan mata menyebutkan bahwa dark mode tidak selalu lebih baik dalam semua kondisi.
Pada lingkungan yang terang, mode gelap justru dapat membuat mata bekerja lebih keras karena harus fokus pada teks terang dengan latar gelap.
Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama tetap berisiko memicu Computer Vision Syndrome (CVS), dengan gejala seperti mata kering, sakit kepala, leher pegal, dan penglihatan kabur. Dark mode bukan solusi tunggal jika durasi penggunaan layar tidak dikontrol.
Dark mode memang dapat membuat layar terasa lebih nyaman dan hemat daya, terutama di kondisi pencahayaan rendah dan pada perangkat tertentu.
Namun, mode ini bukan solusi universal untuk kesehatan mata. Kenyamanan visual tetap bergantung pada pengaturan layar, durasi penggunaan, serta kebiasaan istirahat mata.
Menggunakan dark mode secara bijak, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, adalah kunci agar mata tetap sehat di tengah intensitas penggunaan perangkat digital yang tinggi.