Kamis, 7 Juli 2022

Demam Berdarah Merenggut 13 Jiwa, Cilacap Gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji (depan, ketiga dari kiri) saat acara peninjauan pemberantasan sarang nyamuk di Kelurahan Lomanis. (Irfan)

Kasus kematian akibat denam berdarah  di Kabupaten Cilacap, hingga saat ini mencapai 13 orang. 6 orang di antaranya merupakan warga Kecamatan Cilacap Tengah, di mana 3 orang merupakan warga Kelurahan Lomanis. Hal itu diungkapkan Lurah Lomanis, Wahyu Indarto, dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kelurahan Lomanis, Rabu (18/5/2022).


Cilacap, serayunews.com

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Sekretaris Dinas Kesehatan Farid Rijanto, Camat Cilacap Tengah Bambang Wijoseni, Lurah Lomanis Wahyu Indarto, Lurah-lurah Cilacap Tengah, Kapolsek Cilacap Tengah IPTU Agus Triyadi, Kepala Puskesmas Cilacap Tengah 1 dan 2, Kepala SD Negeri Lomanis 1 dan 2, Ketua Tim Penggerak PKK Cilacap Tengah, Ketua RT dan RW Lomanis, serta lainnya.

Baca juga  RGOG Banyumas Raya, Gelar Silaturahmi Bikers di Cilacap

Bupati Tatto Suwarto Pamuji, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan dimulai dari rumah dan lingkungan tinggal.

“Kesehatan adalah kunci dari keberhasilan,” kata Bupati.

Menurut Wahyu Indarto, Lurah Lomanis, selain Demam Berdarah (DB), kasus hepatitis misterius yang belum diketahui penyebab dan obatnya juga perlu mendapat perhatian khusus.

Wahyu menekankan pentingnya menjaga kebersihan, melaksanakan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19, untuk mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

“Kami optimistis melalui program kewaspadaan penyakit menular serta dilaraskannya dengan program Bangga Mbangun Desa pilar kedua, dapat dijadikan solusi mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan lebih sehat,” tuturnya.

Baca juga  Tahapan Pemilu 20024 Dimulai, PDIP Cilacap Ingin Pertahankan Gelar

Agenda dilanjutkan dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pemeriksaan laboratorium kesehatan untuk penyakit menular, kampanye cuci tangan dan cegah demam berdarah dengan melibatkan siswa SD Negeri Lomanis 1.

Kegiatan lainnya, sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi mengenai penyakit Hepatitis misterius yang diikuti oleh guru-guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) se Cilacap Tengah, serta peninjauan langsung pemberantasan sarang nyamuk yang ditandai dengan simbolis penguburan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air dan menimbulkan jentik-jentik nyamuk.

Berita Terkait

Berita Terkini