
PURBALINGGA , SERAYUNEWS– Berawal dari dapur produksi sederhana, usaha telur asin yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Wiji Dadi di Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga kini didorong untuk melangkah lebih maju menuju pasar digital. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menghadirkan pendampingan yang mengintegrasikan penguatan manajemen usaha, pemasaran digital, serta penerapan teknologi tepat guna sebagai upaya mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat.
Mengusung tema “Akselerasi Kemandirian Ekonomi KWT Wiji Dadi melalui Integrasi Teknologi Tepat Guna dan Digitalisasi Tata Kelola Usaha Telur Asin Berkelanjutan,” program ini dilaksanakan oleh Dwi Astarani Aslindar, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Tim bersama Isti Riana Dewi, M.M. dan Muhammad Alfin Abdurachim Putra, M.T., sebagai anggota tim. Dalam pelaksanaannya, tim berkolaborasi dengan narasumber dari berbagai bidang keahlian untuk memberikan pendampingan secara komprehensif pada aspek manajemen usaha, pemasaran digital, dan pemanfaatan teknologi dalam proses produksi.
Pendampingan diawali dengan pelatihan manajemen usaha yang disampaikan melalui materi perencanaan usaha, pencatatan keuangan sederhana melalui aplikasi digital, hingga strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Selanjutnya, pelatihan pemasaran digital melalui 3 pilar digitalisasi, mulai dari penguatan identitas merek, pengemasan yang baik, dan pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi dan perluasan pasar.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dwi Astarani Aslindar, menyampaikan harapannya agar rangkaian pendampingan yang diberikan mampu memperkuat daya saing produk telur asin yang dikelola KWT Wiji Dadi.
“Melalui pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital, kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi mitra untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha, sehingga KWT Wiji Dadi semakin mandiri, berdaya saing, dan unggul ke depannya,” ujarnya.

Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola usaha dengan optimalisasi pemasaran digital. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat direncanakan mampu menciptakan nilai tambah produk sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta dukungan LPPM Universitas Jenderal Soedirman. Ke depan, kolaborasi ini diproyeksikan dapat terus berlanjut sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.