
SERAYUNEWS – Fenomena El Nino berkekuatan besar yang dijuluki Godzilla diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia sepanjang musim kemarau 2026.
Peristiwa iklim tersebut diprediksi menyebabkan suhu udara meningkat lebih panas, curah hujan menurun drastis, serta memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
Dampaknya bukan hanya pada sektor lingkungan dan pertanian, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Para ahli menjelaskan, El Nino Godzilla merupakan istilah untuk fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Kondisi ini terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang kemudian memengaruhi pola cuaca global, termasuk di Indonesia.
Fenomena serupa pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dan menyebabkan musim kemarau lebih panjang, kebakaran hutan, hingga lonjakan kasus penyakit di berbagai daerah.
Cuaca panas berkepanjangan selama El Nino membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Di sisi lain, kualitas udara juga berpotensi memburuk akibat debu dan asap kebakaran lahan.
Situasi tersebut membuat masyarakat lebih rentan terserang penyakit, terutama kelompok yang memiliki daya tahan tubuh rendah seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada karena perubahan cuaca ekstrem dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang muncul sewaktu-waktu.
Selain menjaga kondisi tubuh, masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan lingkungan dan kualitas air yang digunakan sehari-hari.
Berikut sejumlah penyakit yang paling sering muncul selama fenomena El Nino berkekuatan besar terjadi.
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Debu, asap kebakaran, dan udara kering dapat memicu batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga sesak napas. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan mengalami gangguan ini.
2. Asma dan Gangguan Pernapasan
Penderita asma berisiko mengalami kambuh lebih sering ketika udara penuh partikel debu maupun asap.
Kondisi cuaca panas juga dapat memperburuk iritasi pada saluran pernapasan sehingga penderita penyakit paru perlu mengurangi aktivitas luar ruangan.
3. Dehidrasi
Paparan panas dalam waktu lama membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Jika tidak diimbangi konsumsi air putih yang cukup, seseorang dapat mengalami dehidrasi dengan gejala seperti tubuh lemas, sakit kepala, bibir kering, hingga pusing.
4. Heat Stroke atau Serangan Panas
Heat stroke menjadi ancaman serius saat suhu udara ekstrem. Kondisi ini terjadi ketika tubuh gagal mengontrol suhu internal akibat panas berlebihan.
Gejalanya meliputi demam tinggi, denyut jantung meningkat, mual, hingga kehilangan kesadaran.
5. Diare
Musim kemarau panjang sering menyebabkan pasokan air bersih berkurang. Penggunaan air yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko penyakit pencernaan seperti diare. Kondisi sanitasi yang menurun selama kekeringan turut memperbesar ancaman penyakit tersebut.
6. Penyakit Kulit
Cuaca panas, produksi keringat berlebih, serta keterbatasan air bersih dapat memicu berbagai masalah kulit seperti ruam, gatal-gatal, iritasi, hingga infeksi kulit. Anak-anak menjadi kelompok yang cukup rentan mengalami gangguan ini.
7. Penyakit yang Ditularkan Nyamuk
Perubahan cuaca selama El Nino juga dapat memengaruhi perkembangan nyamuk pembawa penyakit, termasuk demam berdarah.
Oleh karena itu, masyarakat tetap harus menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Tenaga medis menyebut tidak semua orang memiliki ketahanan tubuh yang sama terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta pekerja lapangan termasuk kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan saat suhu udara meningkat drastis. Anak-anak misalnya, lebih mudah mengalami kekurangan cairan karena aktivitas yang tinggi.
Sementara itu, lansia cenderung memiliki kemampuan tubuh yang lebih lambat dalam menyesuaikan perubahan suhu. Kondisi tersebut membuat mereka lebih mudah mengalami kelelahan akibat panas.
Masyarakat sebaiknya memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi selama cuaca panas berlangsung.
Selain itu, penggunaan masker saat kualitas udara memburuk juga perlu untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Warga juga perlu menjaga kebersihan lingkungan, memastikan air yang digunakan tetap bersih, serta mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Jika mengalami gejala seperti sesak napas, demam tinggi, atau tanda dehidrasi berat, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Fenomena El Nino Godzilla memang akan membawa dampak besar terhadap cuaca dan kesehatan masyarakat.
Meski demikian, risiko penyakit akibat musim panas ekstrem dapat berkurang apabila masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini.***