
SERAYUNEWS — Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono berencana menggandeng organisasi perempuan untuk terlibat langsung dalam pemenuhan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Organisasi yang akan dilibatkan antara lain PKK, Muslimat NU, Aisyiyah, dan organisasi perempuan lainnya dari tingkat kecamatan hingga desa.
Langkah ini diarahkan untuk menggerakkan ekonomi kemasyarakatan sekaligus memastikan pemenuhan menu MBG sesuai standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
Sadewo menjelaskan, khusus untuk menu kering setiap hari Sabtu yang dibagikan pada hari Jumat, dapur SPPG tidak memasak sendiri, tetapi membeli dari masyarakat sekitar.
“Ada pesan dari BGN, ada peluang bagi ibu-ibu. Karena setiap hari Sabtu, makanan tidak dimasak oleh dapur (SPPG, red) tapi dapur membeli. Untuk roti kering dilarang keras membeli pabrikan, kecuali susu,” kata Sadewo, Senin (26/01/2026).
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberdayakan kelompok perempuan, mendorong tumbuhnya usaha rumahan, serta meningkatkan perputaran uang di tingkat lokal.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengumpulkan Tim Penggerak PKK Kabupaten. Selanjutnya, TP PKK Kabupaten akan mengoordinasikan TP PKK Kecamatan melalui program Training of Trainer (ToT).
Dalam kegiatan tersebut akan dilibatkan ahli gizi, koki, dan petugas SPSI agar produk makanan yang dihasilkan memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Itu cita-cita saya, dan saya sampaikan ke Bu Nanik (Wakil kepala BGN, red) beliau mengapresiasi,” katanya.
Tak hanya organisasi perempuan, Sadewo juga menegaskan pentingnya peran petani lokal, termasuk petani milenial, untuk menyukseskan program MBG.
Pemkab mendorong petani menanam berbagai komoditas sayuran seperti kangkung, bayam, tomat, dan cabai yang dapat langsung diserap dapur SPPG.
”Hasil panen nantinya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG, sehingga petani juga mendapatkan manfaat ekonomi dari program ini,” kata Sadewo.
Sadewo menekankan, besarnya anggaran MBG yang mencapai triliunan rupiah di Kabupaten Banyumas harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.
“Muliplier effect dari program MBG ini yang harus dimanfaatkan oleh kita (Masyarakat Banyumas, red), agar uang ini tidak keluar ke daerah lain. Jadi uang MBG sebisa mungkin harus bisa dirasakan, dimanfaatkan, dan dinikmati oleh masyarakat, seperti harapannya pak presiden,” kata dia.
Dengan strategi melibatkan organisasi perempuan, UMKM, dan petani lokal, Pemkab Banyumas menargetkan program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah.