Senin, 5 Desember 2022

Gegerkan Sumpiuh, Pria Nekat Panjat Tower Setinggi 70 Meter

Akhirnya Turun karena Kedinginan

Bayu Sutikno (25), sesaat setelah turun dari tower provider setinggi 70 meter di Kelurahan Kebokura RT 1 RW 3, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Sabtu (19/12/2020).

Seorang pria yang diketahui bernama Bayu Sutikno (25), warga asal Mesuji, Lampung, nekat memanjat tower provider setinggi 70 meter di Kelurahan Kebokura RT 1 RW 3, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Sontak atas peristiwa tersebut, sempat menjadi tontonan warga. Meski demikian Bayu akhirnya turun dengan sendirinya, karena marasa dingin saat hujan gerimis, Sabtu (19/12/2020).


Banyumas, Serayunews.com

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka SIk melalui Kapolsek Sumpiuh, AKP Sardjupri membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kejadian membahayakan yang dilakukan oleh Bayu, bermula sekitar pukul 16.45 WIB. Pihaknya mendapati informasi dari masyarakat, jika ada seorang pria yang nekat memanjat tower provider.

Dari laporan tersebut, pihaknya kemudian menuju ke lokasi kejadian. Saat berada di lokasi, ternyata warga sudah berkerumun di bawah tower. Kapolsek langsung bertindak dengan meminta warga pergi dari lokasi, serta meminta sejumlah warga yang rumahnya berada di dekat tempat kejadian untuk mematikan lampu, dengan tujuan agar tidak mengundang penasaran warga.

“Kami lakukan itu, karena hingga malam hari orang masih ramai untuk menonton. Orang-orang kurang kerjaan saja,” kata dia ketika dikonfirmasi, Minggu (20/12/2020).

Sardjupri menambahkan, petugas berkoordiansi dengan relawan untuk melakukan evakuasi dan membujuk Bayu untuk turun. Bukannya, turun Bayu justru semakin menjadi-jadi saat dibujuk petugas, dengan menggerakan besi tower. Namun, karena aksi bebahaya itu, petugas akhirnya kembali turun dari tower.

“Sekitar pukul 22.00 WIB, yang bersangkutan turun sendiri, karena merasa dingin, lapar dan waktu itu memang tengah gerimis,” ujarnya.

Setelah dimintai keterangan, pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa Bayu memiliki gangguan jiwa. Dari beberapa tingkah yang dilakukannya.

“Kalau saat kami mintai keterangan bisa menjawab dengan jelas. Namun, kami duga mengalami gangguan jiwa, sehingga kami serahkan ke Dinsos Banyumas,” kata dia.

Berita Terpopuler

Berita Terkini