
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Generasi Z menjadi salah satu kelompok konsumen yang paling aktif meningkatkan belanja produk kecantikan di Indonesia. Tren tersebut tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya produk yang dibeli, tetapi juga dari keberanian Gen Z mencoba produk dengan harga lebih tinggi dan kategori kecantikan yang semakin beragam.
Generasi yang umumnya berusia 30 tahun atau lebih muda ini kini menjadi pangsa pasar penting bagi industri kecantikan. Meski sebagian besar masih memiliki daya beli yang terbatas, Gen Z dikenal aktif mencari informasi sebelum membeli produk melalui internet dan media sosial.
Kebiasaan tersebut membuat Gen Z lebih mudah mengetahui produk kecantikan yang sedang populer. Mereka juga cenderung mencoba berbagai merek sekaligus mengeksplorasi lebih banyak kategori produk dibandingkan generasi sebelumnya.
Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara masyarakat membeli produk kosmetik dan perawatan kulit. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kanal belanja, mulai dari toko fisik hingga berbagai platform digital.
Kondisi tersebut semakin terasa pada kelompok usia muda yang memiliki tingkat penggunaan internet tinggi. Berbekal informasi dari media sosial, ulasan pengguna, konten kecantikan, hingga berbagai platform belanja online, Gen Z dapat membandingkan produk sebelum menentukan pilihan. Kemudahan memperoleh informasi akhirnya membuat eksplorasi Gen Z semakin luas.
Bagi industri kecantikan, perubahan perilaku tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Produsen dituntut mampu mengikuti tren sekaligus memahami kebutuhan konsumen yang semakin spesifik dan beragam.
Kebiasaan membeli produk kecantikan juga terlihat dari pengeluaran sejumlah Gen Z di wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Besaran anggaran yang disiapkan setiap bulan berbeda, tergantung kebutuhan dan jumlah produk yang digunakan.
Uni Khaila Fathul Hasani, ia berusia kisaran 19 tahun, warga Banjarnegara, mengatakan kebutuhan makeup yang dikeluarkannya setiap bulan berada di kisaran Rp150.000. Uni mengatakan hal itu saat diwawancara pada Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, Galih Dyah Ayu, usia 23 tahun, merupakan salah satu Gen Z di Purwokerto, menyebut anggaran bulanannya dapat meningkat ketika sejumlah peralatan makeup sudah habis dan harus dibeli kembali. “Kalau peralatan makeup lagi habis semuanya, Rp450.000 cukup untuk makeup per bulannya,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).
Pengeluaran berbeda juga disampaikan Faradian Yusi, mahasiswi Amikom Purwokerto yang kini berusia 20 Tahun. Ia mengaku biasanya mengalokasikan sekitar Rp50.000 hingga Rp200.000 per bulan untuk kebutuhan makeup.
Besaran tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan produk kecantikan pada Gen Z sangat bergantung pada kondisi dan jenis produk yang digunakan. Bagi sebagian anak muda, makeup dan perawatan tubuh bahkan mulai dianggap sebagai kebutuhan yang dapat dipenuhi dari uang jajan.
Selain makeup, penggunaan skincare juga menjadi bagian dari rutinitas kecantikan Gen Z. Produk yang digunakan pada malam hari cenderung lebih banyak dibandingkan rutinitas pada pagi hari.
Pada pagi hari, rutinitas skincare perempuan Gen Z umumnya terdiri dari sekitar lima jenis produk. Tahapannya meliputi pembersih wajah, toner, serum, pelembap, dan sunscreen.
Sementara pada malam hari, rangkaian perawatan dapat bertambah menjadi enam produk. Penggunaannya biasanya diawali dengan micellar water, kemudian facial wash, toner, serum, moisturizer, serta acne spot treatment untuk membantu merawat bagian kulit yang mengalami masalah jerawat.
Perbedaan jumlah produk tersebut menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan perawatan kulit di kalangan Gen Z. Dengan perubahan pola konsumsi tersebut, Gen Z menjadi kelompok yang penting bagi perkembangan pasar kecantikan. (Artika Riana)