
SERAYUNEWS – Haji 2026 dimulai April dengan rangkaian keberangkatan jemaah Indonesia yang dijadwalkan berlangsung sejak 21 April 2026.
Pemerintah memastikan seluruh tahapan ibadah tetap berjalan sesuai rencana, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah mengalami peningkatan tensi.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat kondisi darurat atau force majeure yang mengharuskan penundaan pelaksanaan ibadah haji.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada awal April 2026.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci, yakni di Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, tetap mengacu pada jadwal yang ada.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
Rangkaian pelaksanaan ibadah haji Indonesia tahun 2026 diawali dengan masuknya jemaah ke asrama haji pada 21 April 2026. Tahap ini menjadi persiapan awal sebelum jemaah berangkat ke Arab Saudi.
Sehari setelahnya, tepatnya pada 22 April 2026, keberangkatan gelombang pertama jemaah berawal dengan tujuan Madinah.
Pada fase ini, jemaah akan menjalankan ibadah di Masjid Nabawi sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah.
Selanjutnya, jadwal gelombang kedua keberangkatan akan berlangsung pada 7 Mei 2026 dengan tujuan Jeddah.
Skema dua gelombang ini bertujuan untuk mengatur arus keberangkatan agar lebih tertib dan terkoordinasi.
Seluruh jemaah haji Indonesia ditargetkan telah tiba di Arab Saudi pada 21 Mei 2026. Dengan demikian, seluruh persiapan menjelang puncak ibadah dapat berjalan secara optimal.
Setelah seluruh jemaah berada di Tanah Suci, tahapan berikutnya adalah pergerakan menuju Arafah pada 25 Mei 2026. Momentum ini menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji.
Puncak ibadah haji akan berlangsung pada 26 Mei 2026 melalui pelaksanaan wukuf di Arafah. Wukuf merupakan rukun haji yang wajib bagi setiap jemaah, sehingga menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah.
Setelah wukuf, jemaah akan melanjutkan rangkaian ibadah ke Muzdalifah dan Mina pada periode 26 hingga 29 Mei 2026. Di lokasi tersebut, jemaah akan melaksanakan mabit serta lempar jumrah sebagai bagian dari prosesi ibadah haji.
Usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, proses pemulangan jemaah ke Indonesia akan berjalan secara bertahap. Gelombang pertama pemulangan dijadwalkan dimulai pada 1 Juni 2026.
Selanjutnya, proses pemulangan akan terus berlangsung hingga akhir Juni 2026. Pemerintah mengatur kepulangan secara bertahap untuk memastikan kelancaran serta kenyamanan jemaah selama perjalanan kembali ke Tanah Air.
Target seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Indonesia selesai pada 1 Juli 2026. Dengan demikian, keseluruhan proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini kira-kira berlangsung lebih dari dua bulan.
Di tengah kondisi global yang dinamis, pemerintah menegaskan komitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.
Pemantauan situasi internasional terus berjalan guna mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi pelaksanaan ibadah.
Selain itu, koordinasi dengan pihak otoritas Arab Saudi juga terus diperkuat untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.
Aspek keamanan, kesehatan, serta kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Pemerintah juga mengimbau jemaah untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik maupun mental.
Mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima, kesiapan individu menjadi faktor penting dalam kelancaran ibadah.***