
SERAYUNEWS- Di tengah semangat ibadah yang membara, para calon jemaah haji asal Jawa Tengah menghadapi realitas panjangnya daftar tunggu.
Mereka yang mendaftar pada 2026 baru bisa melangkah ke Tanah Suci sekitar tahun 2052.
Jawa Tengah kini mencatat daftar tunggu haji mencapai 911.000 ribu orang. Angka ini menjadikan provinsi ini peringkat kedua terbanyak nasional setelah Jawa Timur yang mencapai 1,2 juta.
Banyaknya orang yang mengantre menjadi dasar penambahan kuota haji untuk Jawa Tengah pada tahun 2026.
Tahun ini, kuota haji Jawa Tengah naik menjadi 34.122 jemaah, tambahan 3.745 dari tahun sebelumnya yang hanya 30.377.
Peningkatan ini terdiri dari 32.138 reguler, 1.706 lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing ibadah.
Kloter pertama direncanakan berangkat April 2026 dari embarkasi Solo dan Yogyakarta. Wakil Gubernur Taj Yasin mendorong peningkatan pelayanan agar kuota terpenuhi 100 persen.
Penentuan kuota kini berbasis daftar tunggu, bukan jumlah penduduk Muslim seperti sebelumnya.
Kebijakan ini menyamakan masa tunggu menjadi 26 tahun di seluruh provinsi. Dulu, Jawa Tengah bisa mencapai 32 tahun, kini lebih adil bagi yang antre panjang.
Bayangkan, seorang lansia berusia 104 tahun dari Kabupaten Semarang akhirnya mendapat giliran prioritas. Ia menjadi jemaah tertua tahun ini, simbol ketabahan umat.
Di sisi lain, ada remaja 18 tahun yang mendaftar sejak kecil, kini siap bertemu Ka’bah. Kisah mereka menggambarkan mimpi suci yang tak pudar meski antrean mengular.
Sudah 34.518 orang lunasi biaya hingga Januari 2026, melebihi kuota 102 persen. Ini menunjukkan minat tinggi warga Jateng terhadap rukun Islam kelima.
Bagi generasi muda di Jateng, antrean ini jadi pelajaran kesabaran. Banyak yang mendaftar sejak bayi, menunggu puluhan tahun demi ibadah sekali seumur hidup.
Pemerintah pusat alokasikan kuota nasional 221 ribu untuk 2026, dengan Jateng kedua terbesar setelah Jatim 42.409. Harapannya, keadilan ini percepat giliran semua.
Merespons antrean haji yang terus memanjang, Kanwil Kemenag Jawa Timur mengusulkan agar pendaftaran haji bisa dimulai sejak usia 0 tahun, tapi tetap memberikan prioritas kepada jemaah yang berusia lanjut.
Selain reguler, ada kuota khusus lansia dan petugas untuk meringankan beban. Embarkasi baru di Yogyakarta International Airport akan membantu beban Solo.
Kanwil Kemenag Jatim juga memastikan bahwa jemaah yang berusia 65 tahun ke atas tetap didahulukan dalam keberangkatan, meskipun mereka mendaftar lebih baru.
Kebijakan ini diharapkan bisa memberikan kesempatan adil bagi jemaah lansia, terutama dalam menghadapi antrean haji nasional yang terus memanjang.
Warga sebaiknya mendaftar dini via bank syariah resmi. Peningkatan kuota tahunan menjadi kabar gembira meski tunggu masih panjang.
Antrean ini jadi cermin populasi Muslim Jateng yang subur, sekitar 30 juta jiwa berkeinginan ke Tanah Suci. Dengan doa dan sabar, 2052 bukan akhir mimpi, tapi permulaan berkah.***