Harta Kekayaan Taj Yasin, Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Periode 2018-2023
NasionalNews

Harta Kekayaan Taj Yasin, Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Periode 2018-2023

Bagikan:
Potret mantan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin
Harta kekayaan Taj Yasin, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Instagram/ @tajyasinmz)

SERAYUNEWS – Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen baru-baru ini mengumumkan rincian harta keuangannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.

Dalam laporan pelaporan LHKPN 31 Desember 2022 itu, Taj Yasin mengungkapkan kepemilikan aset yang signifikan. Ini menjadikannya salah satu tokoh publik dengan kekayaan yang patut diperhitungkan.

Menurut data LHKPN, Taj Yasin memiliki properti berupa tanah dan bangunan senilai Rp2.774.200.000. Properti ini terletak di Kota Rembang dan merupakan hasil usahanya sendiri.

Sementara itu, bagian transportasi dan mesin yang dimilikinya dinilai senilai Rp400.100.000.

Harta bergerak lainnya, kas dan setara kas masing-masing mencapai Rp100.000.000 dan Rp552.348.593.

Namun, tercatat juga adanya utang sebesar Rp700.000.000. Dengan demikian, total kekayaan Taj Yasin Maimoen mencapai Rp3.126.648.593.

Profil Taj Yasin Maimoen

Taj Yasin Maimoen lahir di Kota Rembang pada 2 Juli 1983 dan pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah pada periode 2018–2023.

Sebelum memegang jabatan ini, Taj Yasin aktif sebagai Anggota DPRD Jawa Tengah. Ia duduk di Komisi E yang mengawasi bidang kesra, agama, pendidikan, olahraga, pemuda, dan sektor terkait.

Akrab dipanggil dengan nama panggilan “Gus Yasin,” Taj Yasin juga merupakan mantan pasangan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Selain karir politiknya, dia telah membentuk keluarga dengan Nawal Yasin dan diberkahi tiga orang anak.

Kini diketahui bahwa Taj Yasin akan maju di Pemilu 2024. Ia telah melakukan pendaftaran sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Jawa Tengah.

Sejalan dengan persyaratan pencalonan, Gus Yasin juga melampirkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur Jateng.***