
CILACAP, SERAYUNEWS – Gelaran Hiu Selatan International Hard Enduro Vol. 8 sukses menyedot perhatian ribuan warga pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (3/7/2026). Kawasan Titik Nol Kota Lama Cilacap dipadati penonton yang ingin menyaksikan aksi para rider nasional maupun internasional menaklukkan lintasan ekstrem di tengah pusat kota.
Ribuan pengunjung memadati sisi lintasan Downtown Prologue Circuit. Mereka antusias menyaksikan aksi para pembalap yang harus melewati berbagai rintangan menantang, mulai dari tumpukan beton, ban raksasa, hingga obstacle teknis yang menguji kemampuan dan keseimbangan.
Tak sedikit rider yang terjatuh saat mencoba menaklukkan lintasan. Namun, aksi-aksi tersebut justru memancing tepuk tangan dan sorak sorai penonton yang terus memenuhi area perlombaan.
Salah seorang pengunjung asal Jawa Barat, Keila Putri, mengaku terkesan dengan konsep balapan yang digelar di jantung Kota Cilacap.
“Ini sangat keren karena digelar di pusat kota, apalagi diikuti rider kelas dunia. Semoga bisa digelar rutin setiap tahun, kalau bisa lebih sering karena bisa menjadi magnet wisata,” ujarnya.
Hiu Selatan International Hard Enduro Vol. 8 berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026. Tahun ini, ajang tersebut menghadirkan peserta dari 18 negara dengan total 27 pembalap internasional yang siap bersaing bersama rider terbaik Indonesia.
Koordinator Hiu Selatan International Hard Enduro, Law Aguan, mengatakan tercatat sekitar 289 pembalap mengikuti kelas kompetisi. Selain itu, sekitar 270 rider turut ambil bagian pada kelas partisipasi sehingga total peserta mencapai sekitar 500 rider.
“Event ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang silaturahmi bagi pecinta hard enduro. Kami sudah memetakan seluruh jalur dan akan menyesuaikan tingkat kesulitan untuk setiap kelas agar peserta dapat menikmati lintasan sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Sejumlah nama besar di dunia hard enduro juga tampil pada edisi kali ini. Mereka antara lain Manuel Lettenbichler dari Jerman, Trystan Hart asal Kanada, serta Mario Roman dan Alfredo Gomez dari Spanyol. Selain itu, rider dari Mongolia, Korea Selatan, Iran, China, Jepang, Australia hingga pembalap terbaik Indonesia ikut meramaikan persaingan.

Setelah menyelesaikan prologue di kawasan Titik Nol Kilometer Cilacap, para peserta akan melanjutkan perlombaan di lintasan utama Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, pada 4-5 Juli 2026.
Trek tersebut dikenal memiliki karakter ekstrem berupa tanjakan curam, jalur bebatuan, hingga lintasan berlumpur yang menjadi ciri khas Hiu Selatan International Hard Enduro.
Penyelenggara optimistis event bertaraf internasional ini tidak hanya menjadi tontonan olahraga ekstrem, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Kehadiran ratusan rider dari dalam maupun luar negeri serta ribuan penonton diperkirakan mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Cilacap, hingga mendongkrak omzet pelaku usaha kuliner dan UMKM lokal.
Ajang Hiu Selatan International Hard Enduro juga dinilai semakin memperkuat posisi Kabupaten Cilacap sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. Dengan konsistensi penyelenggaraan dan semakin banyaknya pembalap dunia yang berpartisipasi, event ini diharapkan menjadi kalender olahraga ekstrem berskala internasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan setiap tahunnya.