
CILACAP, SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) kembali mengangkat sejarah Peristiwa Bumi Hangus Cilacap 1947 ke ruang publik.
Langkah ini dilakukan agar generasi muda mengenal salah satu peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.
Sosialisasi Bumi Hangus Cilacap 1947 digelar di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cilacap, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, jajaran Forkopimda, guru sejarah SMP se-Kabupaten Cilacap, pegiat sejarah, akademisi, hingga insan media.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap Ahmad Fauzi mengatakan, Peristiwa Bumi Hangus Cilacap merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa yang belum banyak dikenal publik.
Padahal, peristiwa tersebut menyimpan kisah strategi perjuangan, pengorbanan, dan semangat mempertahankan kemerdekaan yang layak diwariskan kepada generasi penerus.
“Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi sumber pembelajaran, penguatan identitas, serta inspirasi bagi generasi masa kini dan masa depan,” kata Fauzi.
Menurutnya, pengenalan sejarah lokal berperan besar dalam membangun karakter generasi muda. Dengan memahami sejarah daerahnya sendiri, masyarakat diharapkan memiliki rasa memiliki terhadap daerah sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menilai Peristiwa Bumi Hangus Cilacap menyimpan nilai perjuangan yang tetap relevan hingga kini, mulai dari keberanian, pengorbanan, hingga semangat pantang menyerah.
Karena itu, ia berharap kepala sekolah dan guru sejarah yang mengikuti sosialisasi dapat mengenalkan kembali sejarah lokal tersebut kepada para peserta didik.
“Setidaknya anak-anak mengetahui sejarah daerahnya sendiri sehingga tumbuh rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan,” ujar Ammy.
Ammy juga mengajak kalangan akademisi, komunitas sejarah, dan media massa untuk ikut memperkenalkan sejarah Cilacap melalui berbagai platform digital secara kreatif, edukatif, dan berbasis fakta.
Dengan cara itu, sejarah Bumi Hangus Cilacap diharapkan tidak hanya tersimpan dalam arsip, tetapi juga menjadi memori kolektif masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana mengungkapkan, Peristiwa Bumi Hangus Cilacap telah dimasukkan dalam pembaruan sejarah Angkatan Laut yang disusun pada 2025. Dokumen tersebut kini telah diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari penyempurnaan sejarah nasional.
“Sebelum sejarah itu disampaikan kepada masyarakat, kami melakukan riset dan sosialisasi agar masyarakat memahami bahwa masih ada sisi-sisi sejarah yang belum banyak diketahui,” katanya.
Sosialisasi yang dipandu Ketua Komunitas Tjilatjap History Thomas Sutasman itu diikuti sekitar 168 peserta. Selain pemaparan materi, peserta juga berdiskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai Peristiwa Bumi Hangus Cilacap 1947.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap sejarah Bumi Hangus Cilacap 1947 tidak berhenti sebagai dokumen arsip, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terus diwariskan kepada generasi muda.
Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan para pendahulu dapat terus hidup sebagai penguat identitas daerah sekaligus semangat kebangsaan.