
SERAYUNEWS- Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Wonosobo selama lebih dari empat jam pada Sabtu, 7 Februari 2026, memicu sejumlah bencana tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mencatat satu korban meninggal dunia dan dua warga mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto melaporkan hujan deras terjadi sejak sore hingga malam hari, yakni sekitar pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi labil dan memicu longsor di sejumlah wilayah rawan bencana.
Beberapa kecamatan terdampak di antaranya Kecamatan Leksono, Selomerto, dan Kalikajar, dengan dampak berupa rumah tertimpa longsor hingga akses jalan tertutup material tanah dan pohon tumbang.
Di Kecamatan Leksono, bencana tanah longsor terjadi di dua desa. Di Dusun Srandil, Desa Besani, longsor menimpa sebuah rumah warga.
Peristiwa ini mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Sementara itu, longsor juga terjadi di Desa Wonokasian, yang menyebabkan sebuah rumah roboh tertimbun material tanah.
Dalam kejadian ini, satu warga dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan laporan resmi BPBD Wonosobo, korban meninggal dunia diketahui bernama Sopingi (80), warga Dusun Wonokasian RT 01 RW 04, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono.
Korban meninggal dunia setelah rumahnya roboh akibat longsor yang terjadi di bagian belakang rumah.
Sementara itu, seorang korban lain bernama Sugiarti mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Selain merusak rumah warga, bencana juga berdampak pada akses transportasi. Di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto, longsor menutup akses jalan di sekitar area Makam Ki Ageng Wanusaba.
Hingga laporan ini disusun, penanganan di lokasi masih berlangsung dan akses jalan belum sepenuhnya dibuka.
Di wilayah yang sama, tepatnya di Desa Gunung Tawang, sebuah pohon tumbang menutup ruas Jalan Provinsi Wonosobo-Banjarnegara.
Petugas gabungan bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi pohon tumbang tersebut sehingga akses jalan kembali normal.
Sementara itu, di Desa Perboto, Kecamatan Kalikajar, longsor menutup ruas Jalan Kabupaten Perboto-Mungkung. Hingga Sabtu malam, material longsor masih menutup jalan dan menunggu proses penanganan lanjutan.
BPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait segera melakukan evakuasi korban, assessment lokasi, serta pengamanan area terdampak.
Proses penanganan difokuskan pada penyelamatan korban, pendataan kerusakan, dan pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor.
BPBD memastikan akan terus melakukan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan situasi di lapangan.
BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Warga diminta segera melapor apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau kondisi berbahaya lainnya.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan segera menghubungi layanan darurat jika terjadi bencana,” demikian imbauan BPBD.
Untuk kondisi darurat kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi:
– Call Center BPBD Wonosobo: 0813-1111-6976
– Layanan Darurat Nasional: 112 (Gratis)
– Pusdalops BPBD: 0812-1505-1800