
SERAYUNEWS – Peringatan Hari Jadi (HUT) Kabupaten Banyumas ke-455 Tahun 2026 tak sekadar seremoni. Berbagai rangkaian kegiatan dikemas sebagai ajang budaya sekaligus magnet wisata yang diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata, kuliner, hingga perhotelan di Banyumas.
Mengusung tema “Banyumas Bergerak Bersama Wujudkan Banyumas PAS (Produktif, Adil, Sejahtera)”, rangkaian kegiatan HUT Banyumas ke-455 mengakomodasi program Trilas Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti yang telah masuk dalam RPJMD.
Kabag Kesra Setda Banyumas, Wakhyono, mengatakan program Trilas telah dijalankan sejak 2025 dan pada 2026 akan dilaksanakan secara menyeluruh oleh seluruh OPD.
“Program Trilas ini sudah dilaksanakan sejak 2025 dan tahun 2026 ini di seluruh OPD akan dilaksanakan secara menyeluruh,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Rangkaian HUT Banyumas ke-455 terbagi menjadi acara pokok dan acara tambahan. Acara pokok diawali dengan ziarah ke makam Bupati Banyumas pertama, Raden Joko Kaiman, di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kamis (12/2/2026). Ziarah diikuti Forkopimda dan dilanjutkan tasyakuran di Pendopo Adipati Mrapat.
“Ziarah diikuti pimpinan OPD laki-laki, sedangkan tasyakuran diikuti semuanya. Ada doa bersama, makan takir bareng, arahan Ketua DPRD, dan tausiyah,” katanya.
Acara pokok kedua yakni kirab pusaka yang digelar Minggu (15/2/2026). Kirab dimulai dari Pendopo Wakil Bupati dan diikuti OPD, kecamatan, desa, serta instansi vertikal. Tahun ini, kirab dikemas sebagai atraksi wisata.
“Kita kemas sebagai acara wisata yang mengundang banyak orang. Masyarakat bisa melihat langsung para punggawa dengan berbagai profesi yang melayani masyarakat,” ujar dia.
Puncak HUT Banyumas ke-455 ditandai dengan upacara pada Minggu (22/2/2026) di halaman Pendopo Sipanji. Upacara digelar secara terbatas karena bertepatan dengan bulan Ramadan, dilanjutkan rapat paripurna DPRD Banyumas dengan agenda pembacaan sejarah hari jadi Banyumas.
“Karena sudah masuk bulan Ramadan, acara kita kemas sederhana,” katanya.
Sementara itu, rangkaian acara tambahan telah dimulai sejak Januari 2026. Mulai dari bersih-bersih praja, launching Tugu Baca oleh Dinarpusda Banyumas pada 14 Februari 2026, hingga kirab obor pemuda Islam dari Alun-alun Purwokerto ke Menara Teratai yang dilanjutkan khotmil Al-Qur’an dan pengajian.
Pada pertengahan Februari, juga digelar Banyumas Culture Festival di Hereto Space selama dua hari (14–15 Februari) yang diinisiasi Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB), sekaligus peluncuran buku Singadipa.
“Buku ini berkisah tentang prajurit Diponegoro yang wafat di Banyumas, diharapkan bisa memantik semangat generasi muda,” ujarnya.
Rangkaian HUT Banyumas ke-455 berlanjut hingga April 2026 dengan sejumlah agenda berskala nasional. Di antaranya Munas Sipitung komunitas motor klasik Honda C70 pada 11–12 April di Menara Teratai, serta VW Telur (Temu Sedulur) pada 18–19 April di Kolam Retensi Menara Teratai yang diikuti peserta dari dalam dan luar negeri.
Di waktu yang sama juga digelar Parade Onthel Satria IV di GOR Satria, dan ditutup dengan Lomba Burung Perkutut Sadewo Cup di Taman Apung Mas Kemambang.
“Berbagai rangkaian kegiatan ini diharapkan mendatangkan banyak wisatawan. Mereka akan menginap, berwisata, berkuliner, sehingga UMKM dan pelaku usaha ikut merasakan dampaknya. Banyumas akan semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional,” kata dia.