Senin, 23 Mei 2022

Ini Daftar Desa di Cilacap Rawan Krisis Air Bersih Jelang Musim Kemarau

kantor BPBD Kabupaten Cilacap (Ulul Azmie)

Hadapi musim kemarau tahun 2021 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap telah menyiapkan ratusan tanki air bersih untuk dropping wilayah yang rawan kekeringan di Cilacap.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Shidy menyampaikan, sejumlah desa di Cilacap sudah mulai mengajukan permintaan bantuan air bersih, terutama wilayah yang rawan kekeringan, meski jumlahnya sudah mulai menurun.

“Sudah mulai ada permintaan, kita sudah drop dua tanki ke Desa Bojong Kecamatan Kawunganten, untuk wilayah lain belum mengajukan secara resmi, baru secara lisan, kemungkinan permintaan bertambah,” ujar Tri Komara.

Baca juga  44 Kades Hasil Pilkades Serentak 2022 di Cilacap Dilantik, Bupati: Langsung Kerja

Tri menambahkan, berdasarkan data dropping tahun 2020 lalu jumlahnya menurun. Pihaknya menyalurkan 29 tanki, beda jauh jika dibandingkan dengan tahun 2019 mencapai lebih dari 1000 tanki disebabkan karena kemarau panjang.

“Sekarang juga sudah mulai ada perluasan jaringan PDAM seperti wilayah Patimuan dan Kawunganten, sehingga permintaan droping berkurang, serta karena musim kemarau lebih pendek,” ujarnya.

Adapun anggaran air bersih tahun 2021 ini, BPBD Cilacap menganggarkan Rp 90 juta, bisa dipergukanan untuk 200 tanki air bersih. Selain itu, BPBD juga akan memberikan water torn untuk penampungan air dan diprioritaskan untuk wilayah rawan kekeringan serta jauh dari jaringan PDAM.

Baca juga  500 Paket Sembako, Dibagikan PKK Banjarnegara untuk Lebaran Warga Kurang Mampu

“Mudah-mudahan sama tahun 2020, kemarau pendek misalnya 5 bulan, tapi kalau 7 bulan anggaran itu bisa habis. Intinya kita siap, kalau anggaran Rp 90 juta kurang, kita minta bantuan CSR, tahun ini kita juga berikan bantuan water torn kepada yang membutuhkan dengan skala prioritas,” ujarnya

Selain itu, Tri Komara juga mengharapkan jaringan PDAM semakin meluas ke daerah rawan krisis air bersih, sehingga daerah rawan kekeringan tersebut bisa berkurang.

Berdasar data BPBD Cilacap, mengacu dropping air bersih tahun 2020, warga yang terdampak sebanyak 20.400 jiwa dengan 6.227 kepala keluarga.

Baca juga  Ingat! ASN Cilacap Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas atau Ini Sanksinya

Data desa rawan kekeringan tersebut sebanyak 16 desa tersebar di 10 kecamatan, yakni Desa Adiraja Kecamatan Adipala, Desa Sidaurip dan Gintungreja Kecamatan Gandrungmangu, Desa Bojong dan Kubangkangkung Kecamatan Kawunganten, Desa Karangpucung Kecamatan Karangpucung, Desa Jambusari dan Karangkemiri Kecamatan Jeruklegi.

Selain itu, Desa Cimrutu, Sidamukti dan Rawaapu Kecamatan Patimuan, Desa Penyarang Kecamatan Sidareja, Desa Binangun Kecamatan Bantarsari, Desa Tarisi dan Cilongkrang Kecamatan Wanareja, serta Desa Mujur Lor Kecamatan Kroya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini