
SERAYUNEWS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak umat Islam mulai menaruh perhatian pada penanggalan Hijriah, khususnya terkait berakhirnya bulan Rajab dan dimulainya bulan Syaban.
Dua bulan ini memiliki posisi penting dalam rangkaian ibadah tahunan karena menjadi fase persiapan spiritual sebelum memasuki Ramadhan. Oleh karena itu, mengetahui kapan hari terakhir Rajab 2026 serta jadwal puasa sunnah di bulan Syaban menjadi hal yang cukup krusial.
Rajab dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Setelah Rajab berakhir, umat Islam akan memasuki Syaban, bulan yang sering dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk memperbanyak puasa sunnah.
Berikut penjelasan lengkap mengenai akhir bulan Rajab 2026 serta awal puasa Syaban beserta jadwal penting di dalamnya.
Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah dan termasuk dalam empat bulan haram yang memiliki keistimewaan tersendiri.
Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga perilaku, menjauhi perbuatan dosa, serta memperbanyak amal saleh.
Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab adalah Isra Mikraj, yakni perjalanan spiritual Nabi Muhammad saw. yang menjadi dasar ditetapkannya kewajiban salat lima waktu.
Karena keutamaan tersebut, Rajab sering dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki ibadah dan meningkatkan kedekatan kepada Allah Swt., meskipun tanpa mengabaikan bulan-bulan lainnya.
Berdasarkan penanggalan Hijriah 1447 H, awal bulan Rajab jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Pada tahun ini, bulan Rajab berlangsung selama 30 hari.
Dengan perhitungan tersebut, hari terakhir bulan Rajab atau 30 Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin, 19 Januari 2026.
Berakhirnya Rajab menjadi penanda bahwa umat Islam akan segera memasuki bulan Syaban. Peralihan ini sering dimaknai sebagai tahap akhir persiapan sebelum menyambut Ramadhan, baik dari sisi ibadah maupun kesiapan fisik.
Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan memiliki kedudukan istimewa karena berada tepat sebelum Ramadhan.
Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah saw. memperbanyak puasa sunnah di bulan ini sebagai bentuk latihan dan persiapan menyambut bulan puasa wajib.
Kebiasaan tersebut menjadi teladan bagi umat Islam untuk memanfaatkan Syaban sebagai waktu meningkatkan konsistensi ibadah, termasuk puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta memperbaiki akhlak.
Bulan Syaban 1447 H dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026. Sejak tanggal tersebut, umat Islam sudah dapat melaksanakan berbagai jenis puasa sunnah yang dianjurkan, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, hingga puasa Nisfu Syaban.
Puasa-puasa sunnah ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membantu tubuh beradaptasi secara bertahap sebelum menjalani puasa Ramadhan yang berlangsung penuh selama satu bulan.
Salah satu amalan yang paling dikenal di bulan ini adalah puasa Nisfu Syaban, yang dilakukan pada pertengahan bulan, tepatnya tanggal 15 Syaban. Pada tahun 2026, Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Malam Nisfu Syaban sering diisi dengan berbagai amalan seperti salat sunnah, zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an. Setelah itu, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa sunnah pada siang hari sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.
Menutup bulan Syaban, umat Islam akan segera memasuki Ramadhan yang diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
Oleh karena itu, Syaban menjadi waktu yang sangat tepat untuk membangun kebiasaan ibadah, memperbanyak puasa sunnah, serta mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.
Dengan memahami jadwal akhir Rajab dan awal Syaban secara tepat, umat Islam dapat menyusun rencana ibadah dengan lebih terarah dan optimal dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.***