
SERAYUNEWS – Perayaan Idul Adha 2026 semakin dekat dan mulai menjadi perhatian banyak umat Islam di Indonesia. Simak jadwal Idul Adha 2026 untuk Muhammadiyah, pemerintah, dan NU.
Selain menjadi momentum ibadah kurban, hari raya ini juga identik dengan kebersamaan keluarga.
Karena itu, mengetahui jadwal pasti Idul Adha menjadi hal penting agar Anda bisa mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak jauh hari.
Idul Adha bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga sarat nilai spiritual. Hari raya ini memperingati keteladanan Nabi Ibrahim yang menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah.
Ibadah kurban yang dilakukan pada tanggal 10 Zulhijjah hingga hari tasyrik menjadi simbol kepedulian sosial.
Daging kurban dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan, sehingga memperkuat nilai solidaritas.
Jika mengacu pada kalender Hijriah terbaru, Hari Raya Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada:
Rabu, 27 Mei 2026
Tanggal ini menjadi acuan awal yang banyak digunakan, baik oleh pemerintah maupun organisasi Islam di Indonesia.
Meski demikian, kepastian resmi tetap menunggu hasil penetapan masing-masing pihak.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) memiliki mekanisme khusus dalam menentukan hari besar Islam, yakni melalui sidang isbat.
Proses ini mengombinasikan dua pendekatan, yaitu perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung hilal (rukyat).
Sidang isbat untuk menentukan awal Zulhijjah 1447 H dijadwalkan berlangsung menjelang akhir bulan Zulkaidah. Hasilnya akan menjadi dasar penetapan resmi Idul Adha secara nasional.
Walaupun belum diputuskan secara final, kalender Hijriah 2026 yang telah dirilis pemerintah mengindikasikan bahwa Idul Adha akan jatuh pada 27 Mei 2026.
Tanggal ini juga sudah masuk dalam daftar libur nasional melalui keputusan bersama tiga menteri.
Nahdlatul Ulama (NU) tetap konsisten menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung perhitungan hisab.
Dalam praktiknya, NU mengikuti kriteria imkanur rukyah yang ditetapkan oleh MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat.
Berdasarkan Almanak NU, 10 Zulhijjah 1447 H diprediksi bertepatan dengan 27 Mei 2026.
Artinya, jika hasil pengamatan hilal sesuai dengan perhitungan tersebut, maka warga NU kemungkinan besar akan merayakan Idul Adha di tanggal yang sama.
Namun demikian, NU tetap menunggu hasil rukyat sebagai penentu akhir sebelum mengumumkan secara resmi.
Berbeda dengan dua pihak sebelumnya, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal Idul Adha 2026 melalui maklumat resmi.
Penetapan ini menggunakan metode Hisab Hakiki Kontemporer yang berbasis perhitungan astronomi global.
Dalam maklumat tersebut dijelaskan secara rinci proses penentuan awal bulan Zulhijjah. Disebutkan bahwa:
“Ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H (16 Mei 2026) pukul 20.01.02 UTC.”
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa awal Zulhijjah jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha ditetapkan pada:
Rabu, 27 Mei 2026
Keputusan ini juga mengacu pada konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah.
Jika melihat hasil perhitungan dari berbagai pihak, Idul Adha 2026 berpotensi besar dirayakan secara serentak.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang selama ini kerap menghadapi perbedaan penetapan hari raya.
Kesamaan tanggal ini juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan umat dalam menjalankan ibadah kurban dan merayakan hari besar Islam.
Selain menjadi momen ibadah, Idul Adha juga identik dengan waktu libur yang cukup panjang. Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama sebagai berikut:
Dengan tambahan cuti pada hari Jumat, Anda bisa menikmati libur hingga lima hari. Ini menjadi kesempatan ideal untuk mudik, berlibur, atau sekadar bersantai bersama keluarga.***