
SERAYUNEWS- Menyambut datangnya bulan Ramadan 1447 H di pertengahan Februari 2026, para siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat akan mendapatkan libur awal puasa selama beberapa hari.
Libur ini bukan libur nasional, tapi merupakan bagian dari kalender pendidikan daerah. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan aktivitas ibadah di bulan Ramadan.
Pengurus Pusat Muhammadiyah memperkirakan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Selasa, 18 Februari 2026.
Pemerintah sendiri masih menunggu hasil sidang isbat 1 Ramadan. Namun, prediksi ini menjadi acuan banyak pemerintah daerah dalam menyusun jadwal libur awal puasa bagi sekolah.
Berdasarkan kalender pendidikan 2025/2026, libur awal puasa untuk siswa sekolah mulai dari pertengahan Februari 2026, umumnya antara 16–21 Februari tergantung daerah.
Jadwal ini mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta.
Di DKI Jakarta, libur awal puasa untuk siswa sekolah akan berlangsung dari Senin, 16 Februari hingga Jumat, 20 Februari 2026.
Periode ini berdekatan dengan cuti bersama Imlek 2026, sehingga ada kesempatan bagi keluarga untuk beristirahat dan berkumpul sebelum Ramadan.
Di Jawa Barat, libur awal puasa berlangsung dari Jumat, 20 Februari 2026 hingga Jumat, 27 Februari 2026.
Sementara itu, di DI Yogyakarta, libur akan berlangsung Rabu–Kamis, 18–19 Februari 2026.
Untuk wilayah Jawa Timur, libur awal puasa diperkirakan dimulai dari Selasa, 17 Februari 2026.
Kalender pendidikan Jatim menetapkan libur ini sebagai masa transisi. Jadi, siswa bisa menyiapkan diri secara fisik dan mental sebelum masuk suasana Ramadan.
Libur awal puasa bukan libur nasional resmi, tapi kebijakan khusus yang diatur oleh pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan sekolah.
Tujuannya adalah memberi waktu bagi siswa untuk menyesuaikan diri dengan ritme ibadah seperti puasa, salat Tarawih, dan aktivitas belajar yang disesuaikan selama Ramadan.
Libur ini bertujuan jadi masa transisi agar siswa tidak langsung berpuasa dan berkegiatan sekolah secara penuh di hari pertama Ramadan.
Dengan mendapat libur sebelum 1 Ramadan, anak-anak bisa lebih siap secara fisik dan mental, serta bisa lebih fokus beribadah di rumah.
Dalam SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tidak ada libur nasional khusus untuk libur awal puasa.
Libur nasional di masa Ramadan hanya berupa hari Idul Fitri 1447 H dan cuti bersama Lebaran, sedangkan libur awal puasa tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Karena tidak termasuk libur nasional, jadwal dan durasi libur awal puasa bisa berbeda antar provinsi, kabupaten, atau kota.
Dinas pendidikan setempat mengatur kalender pendidikan dan menetapkan jadwal libur awal puasa melalui surat edaran resmi, serta panduan pelaksanaan kegiatan sekolah selama Ramadan.
Libur awal puasa menjadi momen penting bagi siswa untuk menyesuaikan diri secara mental dan fisik sebelum masa belajar di bulan Ramadan.
Dengan begitu, saat masuk sekolah kembali, mereka sudah siap menghadapi aktivitas belajar meski tengah berpuasa.***