
SERAYUNEWS– Memasuki bulan Juli 2026, umat Islam kembali memiliki kesempatan memperbanyak amalan ibadah melalui berbagai puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa sunnah juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta menyempurnakan kekurangan dalam ibadah wajib.
Sepanjang Juli 2026, terdapat dua jenis puasa sunnah yang paling banyak diamalkan masyarakat Muslim, yakni Puasa Senin Kamis dan Puasa Ayyamul Bidh.
Kedua amalan tersebut memiliki dasar yang kuat dalam hadis Rasulullah SAW dan menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang mengerjakannya dengan ikhlas.
Bagi umat Islam yang ingin menyusun agenda ibadah selama bulan Juli, berikut jadwal lengkap puasa sunnah, bacaan niat, hingga keutamaan yang perlu diketahui.
Puasa sunnah merupakan ibadah yang dilakukan di luar puasa wajib Ramadan. Meski hukumnya tidak wajib, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan rutin melaksanakan beberapa jenis puasa sunnah sepanjang tahun.
Selain menjadi ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT, puasa sunnah juga memiliki manfaat spiritual berupa peningkatan kualitas iman, pengendalian hawa nafsu, hingga pembentukan akhlak yang lebih baik.
Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa orang yang rajin berpuasa sunnah akan memperoleh pahala berlipat ganda, sekaligus mendapat kesempatan menutupi kekurangan dari ibadah wajib yang pernah dilakukan.
Puasa Senin Kamis menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dikenal umat Islam. Rasulullah SAW secara rutin melaksanakan puasa pada dua hari tersebut karena pada hari Senin dan Kamis amal manusia diangkat kepada Allah SWT.
Adapun jadwal Puasa Senin Kamis Juli 2026 adalah sebagai berikut:
Umat Islam dapat menandai tanggal-tanggal tersebut sejak awal bulan agar lebih mudah menjalankan ibadah secara konsisten.
Selain Puasa Senin Kamis, terdapat pula Puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah.
Pada Juli 2026, Puasa Ayyamul Bidh diperkirakan bertepatan dengan pertengahan bulan Safar 1448 Hijriah.
Berikut jadwalnya:
13 Safar 1448 H – Selasa – 28 Juli 2026
14 Safar 1448 H – Rabu – 29 Juli 2026
15 Safar 1448 H – Kamis – 30 Juli 2026
Meski demikian, jadwal tersebut masih berpotensi mengalami perbedaan satu hari, bergantung pada hasil rukyat maupun hisab yang digunakan pemerintah dan organisasi Islam di Indonesia.
Istilah Ayyamul Bidh berasal dari bahasa Arab yang berarti hari-hari putih.
Penyebutan tersebut merujuk pada kondisi malam ketika bulan sedang berada dalam fase purnama sehingga cahayanya tampak terang menyinari bumi.
Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam berpuasa pada tiga hari tersebut setiap bulan Hijriah.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Puasa tiga hari setiap bulan seperti berpuasa sepanjang tahun.”
Hadis tersebut menunjukkan besarnya pahala yang dijanjikan bagi umat Islam yang istiqamah menjalankan Puasa Ayyamul Bidh.
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya
“Saya niat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Kamis
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma yaumil khamiisi sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya
“Saya niat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ayyamil bidh lillaahi ta’aalaa.
Artinya
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Puasa Senin Kamis memiliki kedudukan istimewa karena Rasulullah SAW secara rutin mengamalkannya.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:
“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Aku senang ketika amalku diperlihatkan dalam keadaan berpuasa.”
Hadis tersebut menjelaskan bahwa puasa menjadi salah satu bentuk kesiapan seorang Muslim ketika amalnya diangkat kepada Allah SWT.
Selain itu, puasa Senin Kamis juga menjadi latihan pengendalian diri, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah.
Puasa Ayyamul Bidh juga memiliki banyak keistimewaan.
Selain memperoleh pahala seperti berpuasa sepanjang tahun, ibadah ini menjadi bentuk kecintaan seorang Muslim terhadap sunnah Rasulullah SAW.
Banyak ulama menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan merupakan amalan yang ringan dikerjakan, tetapi memiliki ganjaran yang sangat besar.
Karena itu, Ayyamul Bidh menjadi salah satu puasa sunnah yang paling dianjurkan bagi umat Islam yang ingin memperbanyak amal.
Selain bernilai ibadah, puasa sunnah juga membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berpuasa secara rutin, seseorang belajar mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, meningkatkan rasa syukur, serta memperkuat empati kepada sesama.
Dari sisi kesehatan, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pola puasa berkala dapat membantu menjaga metabolisme tubuh, memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat, serta mendukung pola hidup yang lebih sehat.
Namun, manfaat tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan bukan menjadi tujuan utama ibadah.
Agar lebih konsisten menjalankan puasa sunnah sepanjang tahun, umat Islam dapat melakukan beberapa langkah sederhana, seperti:
– Menandai kalender Hijriah setiap awal bulan.
– Mengingatkan anggota keluarga untuk berpuasa bersama.
– Menyiapkan sahur sejak malam hari.
– Memperbanyak doa dan membaca Al-Qur’an selama berpuasa.
– Menjadikan puasa sunnah sebagai bagian dari rutinitas ibadah, bukan hanya dilakukan sesekali.
Jadwal Puasa Sunnah Juli 2026 menjadi panduan penting bagi umat Islam yang ingin meningkatkan kualitas ibadah di bulan Safar 1448 Hijriah.
Selain Puasa Senin Kamis yang dilaksanakan sebanyak sembilan kali sepanjang bulan, terdapat pula Puasa Ayyamul Bidh pada 28, 29, dan 30 Juli 2026.
Dengan mengetahui jadwal, bacaan niat, serta keutamaan masing-masing puasa sunnah, umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk mengamalkan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Konsistensi dalam menjalankan amalan sunnah diharapkan dapat menjadi bekal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menyempurnakan kualitas ibadah sehari-hari.