Selasa, 24 Mei 2022

Jagoan di Tim Uber, Ini Cerita tentang Aisyah Sativa Fatetani Pebulutangkis Belia asal Banyumas 

Aisyah Sativa Fatetani. (Sumber : http://www.badmintonindonesia.org)

Aisyah Sativa Fatetani adalah pebulutangkis putri asal Banyumas kelahiran 14 Mei 2002. Dia dikenal sebagai pekerja keras. Dia jadi perbincangan karena jadi penentu kemenangan Indonesia atas Jerman di babak grup A Piala Uber, Selasa (10/5/2022).


Purwokerto, serayunews.com

Aisyah mengalahkan tunggal putri Jerman Ann-Kathrin Spoeri dengan skor 21-7, 14-21, dan 21-14. Kemenangan itu membuat Indonesia unggul 3-0. Secara akumulatif, akhirnya Indonesia mengalahkan Jerman dengan skor 5-0. Kemenangan itu memastikan Indonesia lolos ke babak perempatfinal.

Sebelum meroket di Uber, Aisyah dikenal sebagai salah satu talenta bulutangkis di Banyumas. Ketua Harian Persatuan Bulusangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Banyumas, Taufik Widjatmoko yang juga Koordinator PBSI Provinsi Jawa Tengah wilayah Kabupaten Banyumas masih ingat betul ketika Sativa berada di Purwokerto. Menurutnya Sativa mengawali karirnya di PB Delta Purwokerto.

Baca juga  Wow! Bioskop Rajawali Purwokerto Ramai Dibahas di Twitter, Ada Apa?

 “Latihannya di situ, kemudian saat atlet usia anak-anak putri 11-12 tahun, ada audisi PB Djarum kemudian lolos dan dibawa ke PB Djarum itu, kemudian perkembangannya cukup bagus sehingga dipanggil oleh Timnas,” kata dia kepada serayunews.com, Rabu (11/5/2022).

Taufik menambahkan, Sativa memang lahir di Purwokerto pada beberapa tahun silam dengan Kartu Keluarga (KK) saat itu beralamat di Jalan Sokabaru, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Timur. Namun, karena orang tuanya merupakan pegawai bank akhirnya Sativa pun kerap berpindah-pindah tempat tinggal.

“Jadi dulu orangtuanya dinas di BRI Purwokerto, kemudian dipindah ke Cilacap, kalau sekarang itu di Wonosobo. Bahkan dulu pada saat Porprov 2018, Tiva itu masih mewakili Banyumas karena KKnya itu masih Banyumas, sampai awal tahun 2019 dipanggil Timnas,” ujarnya.

Baca juga  Saksikan, Kejuaraan Panahan di GOR Satria Purwokerto Ini Bisa Jadi Tontonan Menarik di Akhir Pekan

Menurut pelatihnya, lanjut Taufik, Tiva dari kecil memang pantang menyerah meski saat itu posturnya lebih kecil dibandingkan anak-anak lainnya. Namun, karena daya juangnya itulah yang membuatnya sampai ke level internasional.

“Bisa dilihat dalam pertandingan kemarin itu, dia begitu pantang menyerah,” kata dia.

Dengan kembali munculnya atlet bulutangkis dari Kabupaten Banyumas, Taufik berharap Banyumas akan terus menyumbangkan atlet-atlet lainnya baik di Bulutangkis maupun di bidang olahraga lainnya.

 “Kalau saya lihat sekarang itu banyak sekali atlet muda di Banyumas yang bagus, sehingga dengan adanya Tiva ini dapat memotivasi anak-anak sekarang,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini