SERAYUNEWS – Ratusan pendaki memadati kawasan Gunung Slamet untuk melakukan pendakian selama libur Lebaran. Mereka naik melalui Posko Pendakian di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Karangreja Purbalingga, Kamis (3/4/2025).
Penanggung jawab Posko Pendakian Gunung Slamet melalui Dukuh Bambangan, Syaiful Amri mengatakan, bahwa jalur pendakian resmi buka kembali hari ini. Ia mencatat sebanyak 675 pendaki melakukan pendakian perdana setelah penutupan sementara.
“Mereka merupakan pendaki yang berasal dari Jakarta, Surabaya, dan dari wilayah lokal seperti Purbalingga dan Banyumas,” terangnya.
Syaiful menambahkan bahwa para pendaki sudah mulai berdatangan dan menginap di Posko Bambangan sejak, Rabu (2/4/2025). Mereka baru mulai mendaki hari ini setelah jalur pendakian buka secara resmi. Pihaknya juga menerapkan aturan ketat bagi pendaki.
“Pendakian boleh, maksimal jarak 2 kilometer dari puncak,” ungkapnya.
Ia memperkirakan jumlah pendaki akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan selama libur Lebaran. Oleh karena itu, ia mengimbau para pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk membawa perlengkapan yang memadai.
“Curah hujan di sini masih tinggi. Makanya perlu antisipasi,” lanjutnya.
Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Slamet, termasuk melalui Posko Pendakian Dukuh Bambangan, tutup sementara selama bulan Ramadan. Penutupan tersebut mulai berlaku pada, Jumat (28/2/2025) silam.
“Ini menjadi kesepakatan Forum Lingkar Slamet yang di dalamnya terdapat organisasi pecinta alam. Selama Ramadan tahun ini, pendakian Gunung Slamet tutup,” ujar Syaiful.
Selain untuk menghormati bulan suci Ramadan, penutupan juga bertujuan menjaga ekosistem di sekitar jalur pendakian.
Gunung Slamet adalah gunung berapi kerucut tipe A dengan ketinggian 3.432 mdpl. Gunung ini terletak di perbatasan lima kabupaten, yaitu Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
Gunung ini terkenal sebagai gunung dengan suhu rata-rata paling dingin di Pulau Jawa serta memiliki curah hujan tahunan tertinggi di Indonesia, mencapai 8.134 mm per tahun.
Selain itu, Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.