
SERAYUNEWS – Operasi pencarian terhadap Aurel Jeni Prabela (19), korban kecelakaan yang terjatuh ke Sungai Pelus, berakhir duka. Setelah lebih dari 24 jam dinyatakan hilang, gadis asal Desa Ayam Alas, Cilacap tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/4) sore.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB di wilayah Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja. Titik penemuan ini berjarak sekitar 6,2 kilometer dari lokasi awal jatuhnya korban di Jembatan Kalipelus, Desa Dukuhwaluh. Jauhnya jarak penemuan ini mempertegas betapa ganasnya arus sungai saat insiden terjadi.
Saat ditemukan oleh Tim SAR Gabungan, kondisi jenazah masih mengenakan perlengkapan berkendara lengkap. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Komandan Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, jaket dan helm masih lengkap terpakai,” kata Amin Riyanto, Minggu sore.
Setelah berhasil dievakuasi dari aliran sungai, jenazah Aurel langsung dibawa ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto untuk proses penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu (11/4) malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor yang dikendarai Aurel bersama rekannya, Rini (18), mengalami kecelakaan tunggal. Kendaraan mereka diduga menghantam pembatas jembatan dengan keras, yang mengakibatkan keduanya terpental masuk ke dalam sungai.
Satu korban berhasil diselamatkan sesaat setelah kejadian. Ia mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Margono Soekarjo.
Satu lainnya, hilang tertelan arus sungai yang deras hingga akhirnya ditemukan satu hari kemudian di hilir sungai.
Berakhirnya operasi SAR ini meninggalkan duka mendalam sekaligus catatan kelam mengenai keselamatan berkendara di kawasan Jembatan Kalipelus. Aliran Sungai Pelus terbukti menjadi jalur yang sangat berbahaya, terutama saat debit air meningkat.