Senin, 5 Desember 2022

Jika Objek Wisata Ditutup, Perekonomian Ribuan Warga Banyumas Akan Terdampak

PSBB Diharapkan Tak Menutup Objek Wisata

 

Kabupaten Banyumas menjadi salah satu daerah yang diwajibkan menerapkan Pembatasan Sosial Sekala Besar (PSBB) oleh pemerintah pusat mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Meski demikian, Asosiasi Penyelenggara, Atraksi dan Aktivitas Wisata (APAAW) Banyumas berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas tetap memperbolehkan objek wisata tetap dibuka.


Banyumas, Serayunews.com

Menurut keterangan Ketua APAAW Banyumas, Agus Triono banyak orang yang bergantung dari objek wisata yang jumlahnya hingga ribuan orang.

“Kalau sampai ditutup karyawan bakal dirumahkan, kasihan rumah tangganya. Tidak hanya karyawan, di sini itu ada guide, pedagang, tukang parkir, pelaku UMKM yang bergantung dari objek wisata,” ujar dia kepada serayunews.com, Kamis (7/1/2021).

Pria yang akrab disapa Yono menambahkan, jika diperbolehkan tidak ditutup, pihaknya akan memperketat protokol kesehatan serta mau mengurangi batas pengunjung.

“Pembatasannya tidak usah 50 persen lagi nggak apa, dikurangin lagi. Sekarang saja pembatasan pengunjung 50 persen tidak pernah terpenuhi, hari biasa pengunjung hanya 10 persen dibandingkan sebelum pandemi dan Sabtu-Minggu maksimal pun 30 persen, bahkan tempat wisata baru,” kata dia.

Selain itu, objek wisata yang tergabung dalam APAAW juga kebanyakan obkek wisata outdoor, yang diperkirakan minim penyebaran Covid-19.

“Kalau yang indoor harus ditutup ya nggak masalah, karena katanya penyebarannya lebih mudah saat indoor,” ujarnya.

Meski demikian, jika pemerintah tetap melakukan penutupan, mau tidak mau pihaknya menerima keputusan tersebut, karena selama ini pihaknya selalu mengikuti apa yang pemerintah anjurkan.

“Kami berharap perlu dipertimbangkan lagi. Tetapi kalau memang diputuskan untuk tutup, mau tidak mau kami menerimanya,” kata dia.

Berita Terpopuler

Berita Terkini