
SERAYUNEWS — Kekalahan dari Manchester City dengan skor 2-1 di Stadion Etihad, Senin (20/4/2026) WIB, membuat peluang juara Arsenal di Liga Inggris mulai dipertanyakan.
Meski saat ini masih memuncaki klasemen dengan 70 poin dari 33 laga, posisi Arsenal belum sepenuhnya aman. City yang berada di peringkat kedua dengan 67 poin masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Situasi ini membuat persaingan gelar semakin ketat. Jika Arsenal terpeleset di laga berikutnya, bukan tidak mungkin posisi puncak akan direbut oleh tim asuhan Pep Guardiola.
Secara statistik, Arsenal sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka mencatatkan 8 tembakan dengan 2 mengarah ke gawang serta penguasaan bola 41 persen. Namun, City tampil lebih dominan dengan 12 tembakan, 5 di antaranya tepat sasaran, serta 59 persen penguasaan bola.
Namun, laga ini kembali menyoroti persoalan klasik Arsenal: mental di fase krusial. Dalam beberapa musim terakhir, mereka kerap tampil impresif di paruh musim, namun gagal menjaga konsistensi hingga akhir.
Kondisi ini pun mulai memunculkan tekanan terhadap pelatih Mikel Arteta. Sejak menangani Arsenal pada 2019, ia belum mampu mempersembahkan gelar Liga Inggris maupun Liga Champions, meski klub telah menggelontorkan dana besar.
Jika musim ini kembali gagal, bukan tidak mungkin posisi Arteta akan menjadi sorotan serius manajemen.
Sementara itu, Manchester City berpeluang menyamai poin Arsenal saat bertandang ke Burnley pada Kamis (23/4/2026). Kemenangan akan membuat tekanan ke Arsenal semakin besar.
Di sisi lain, Arsenal akan menghadapi ujian berikutnya saat menjamu Newcastle United pada Sabtu (25/4/2026). Meski belum konsisten musim ini, Newcastle kerap menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar.
Dengan situasi yang semakin menekan, mampukah Arsenal bertahan di puncak, atau kembali mengulang cerita lama gagal di akhir musim?