
SERAYUNEWS– Keluhan mengenai OVO PayLater tidak bisa digunakan kembali mencuat di tengah tingginya aktivitas transaksi digital masyarakat.
Tidak sedikit pengguna mengaku gagal bertransaksi karena fitur PayLater tiba-tiba menghilang, limit tidak muncul, hingga transaksi otomatis ditolak tanpa penjelasan rinci.
Di waktu yang hampir bersamaan, sebagian pengguna juga melaporkan saldo OVO mendadak Rp0, memicu kepanikan karena aplikasi tidak bisa diandalkan saat kebutuhan pembayaran mendesak.
Gangguan ini ramai diperbincangkan di media sosial dan menimbulkan pertanyaan besar terkait keamanan serta stabilitas layanan OVO.
Agar pengguna tidak salah langkah, penting memahami penyebab utama OVO PayLater tidak berfungsi, sekaligus membedakannya dengan gangguan sistem OVO secara menyeluruh.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
1. Akun Belum Upgrade ke OVO Premier
Salah satu penyebab paling sering terjadi adalah status akun yang belum OVO Premier. OVO PayLater hanya tersedia untuk pengguna yang telah melewati proses verifikasi identitas sesuai regulasi layanan pembiayaan digital.
Tanpa verifikasi KTP dan selfie wajah, sistem tidak dapat melakukan analisis risiko kredit. Akibatnya, fitur PayLater tidak akan muncul meski aplikasi sudah diperbarui.
Solusi:
Segera upgrade akun ke OVO Premier melalui menu profil dan ikuti proses verifikasi hingga selesai.
2. Tagihan OVO PayLater Masih Menunggak
Sistem PayLater bekerja dengan skema cicilan bulanan. Jika terdapat tagihan yang belum dibayar, sistem akan otomatis menonaktifkan fitur PayLater sementara.
Meski notifikasi sudah dikirim, sebagian pengguna kerap melewatkannya hingga akhirnya akses PayLater dibatasi.
Solusi:
Lunasi seluruh tagihan tepat waktu melalui menu PayLater dan pastikan saldo OVO Cash mencukupi.
3. Limit OVO PayLater Sudah Habis
Setiap pengguna memiliki limit kredit berbeda. Ketika limit sudah terpakai seluruhnya, transaksi baru otomatis gagal meskipun nominalnya kecil.
Solusi:
Lakukan pembayaran sebagian atau penuh agar limit kembali tersedia dan bisa digunakan kembali dalam waktu singkat.
4. Riwayat Kredit dan Skor Pembayaran Menurun
OVO bekerja sama dengan lembaga pembiayaan untuk menilai kelayakan pengguna. Keterlambatan pembayaran berulang dapat menurunkan skor kredit dan berdampak langsung pada pembatasan PayLater.
Solusi:
Gunakan PayLater secara bijak dan bayar tepat waktu agar sistem kembali memberikan kepercayaan.
5. Jenis Transaksi Tidak Mendukung PayLater
Tidak semua merchant atau layanan mendukung pembayaran menggunakan OVO PayLater. Beberapa transaksi seperti pulsa, token listrik, atau layanan tertentu memang tidak kompatibel.
Solusi:
Gunakan metode pembayaran alternatif seperti OVO Cash atau transfer bank.
6. Aplikasi OVO Belum Diperbarui
Versi aplikasi lama sering menimbulkan bug, termasuk hilangnya fitur PayLater atau transaksi gagal.
Solusi:
Perbarui aplikasi ke versi terbaru melalui Play Store atau App Store, lalu login ulang dan bersihkan cache.
7. Akun Dibatasi atau Diblokir Sementara
Aktivitas mencurigakan, kesalahan verifikasi, atau dugaan pelanggaran kebijakan dapat membuat akun dibatasi sementara, sehingga seluruh fitur keuangan termasuk PayLater tidak dapat digunakan.
Solusi:
Hubungi layanan pelanggan OVO melalui Help Center untuk proses verifikasi lanjutan.
8. Masa Aktif OVO PayLater Berakhir
PayLater memiliki masa kerja sama tertentu dengan mitra pembiayaan. Jika masa aktif berakhir, fitur dapat dinonaktifkan otomatis.
Solusi:
Cek notifikasi atau email terkait perpanjangan layanan dan ajukan aktivasi ulang jika tersedia.
Selain PayLater, sejumlah pengguna juga melaporkan saldo OVO berubah menjadi Rp0 akibat dugaan gangguan sistem.
Laporan ini ramai di media sosial, terutama ketika pengguna tidak dapat mengakses riwayat transaksi atau melakukan pembayaran.
Beberapa pengguna mengaku saldo kembali normal setelah melakukan top up kecil, menandakan bahwa masalah tersebut merupakan bug sementara, bukan kehilangan saldo permanen.
Hingga gangguan berangsur pulih, pengguna disarankan tetap tenang, memantau mutasi saldo, serta memastikan tidak ada transaksi mencurigakan.
1. Agar masalah serupa tidak terulang, pengguna disarankan:
2. Selalu membayar tagihan tepat waktu
3. Memantau sisa limit PayLater secara rutin
4. Tidak menggunakan PayLater secara berlebihan
5. Memperbarui aplikasi secara berkala
6. Menjaga keamanan akun dan OTP
Dengan pengelolaan yang tepat, OVO PayLater tetap menjadi solusi pembayaran digital yang praktis, fleksibel, dan aman untuk kebutuhan finansial modern.
Sebagai salah satu dompet digital terbesar di Indonesia, OVO terus berupaya meningkatkan stabilitas dan keamanan layanannya, termasuk fitur OVO PayLater yang banyak digunakan masyarakat.
Meski gangguan teknis atau kendala akun sesekali dapat terjadi, pengguna tetap dapat meminimalkan risiko dengan menjaga riwayat pembayaran, memperbarui aplikasi secara berkala, serta memastikan akun terverifikasi dengan benar.
Dengan pemahaman yang tepat dan penggunaan yang bijak, OVO tetap menjadi solusi pembayaran digital yang praktis, fleksibel, dan relevan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.