
SERAYUNEWS – Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMA Negeri 2 Cilacap dalam ajang ilmiah tingkat nasional. Lewat inovasi unik berupa sampo berbahan dasar batang dan daun pisang, tim siswa sekolah tersebut sukses meraih medali perak dalam kompetisi Jakarta National Science Fair (JNSF) 2026.
Ajang yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta itu berlangsung secara daring pada 14–17 April 2026. Kompetisi ini diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Tim dari SMAN 2 Cilacap terdiri atas Karindra Paksi Kinara Putra Ottaviano, Danela Subandi, Muhamad Briyan Attalah P., Irham Laksmana Putra, Younan Azka Ramadhan, dan Ferdian Fadhil Agasya. Mereka mengangkat penelitian berjudul “Formulasi dan Uji Aktivitas Shampo Alami Berbahan Batang dan Daun Pisang (Musa paradisiaca) dalam Perawatan Rambut.”
Dalam penelitiannya, tim siswa ini mengkaji pemanfaatan limbah tanaman pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Mereka mengidentifikasi lima jenis pisang yang dapat digunakan sebagai bahan sampo alami, yakni pisang ambon, kepok, batu, raja, dan abaka.
Bagian batang dan daun pisang diolah menjadi formula sampo yang kemudian diuji secara ilmiah. Hasilnya menunjukkan kandungan senyawa aktif seperti saponin, tanin, flavonoid, hingga minyak atsiri.
Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai surfaktan alami untuk membersihkan rambut, antibakteri terhadap mikroorganisme seperti Staphylococcus aureus dan Malassezia, serta berfungsi sebagai kondisioner alami untuk menjaga kesehatan rambut.
Pjs. Kepala SMAN 2 Cilacap, Joko Budi Santosa, mengaku bangga atas capaian yang diraih para siswanya. Ia menilai inovasi ini menjadi bukti bahwa potensi sumber daya alam lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi melalui riset ilmiah.
“Selamat untuk tim KIR SMAN 2 Cilacap atas prestasi ini. Ini adalah bentuk kreativitas siswa dalam memanfaatkan bahan alami yang melimpah di Indonesia, khususnya tanaman pisang,” ujarnya.
Ia berharap, keberhasilan meraih medali perak ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi di masa mendatang.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tingkat nasional melalui ide-ide kreatif berbasis penelitian ilmiah yang aplikatif dan bermanfaat.