SERAYUNEWS – Warga Dusun Penampelan, Desa Sendangsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, dikejutkan oleh suara gemuruh yang memecah keheningan malam pada Kamis, 3 April 2025, sekitar pukul 22.15 WIB.
Sebuah pohon beringin berusia ratusan tahun dengan ukuran sangat besar tiba-tiba tumbang, melintang di Jalan Raya Dieng Km 7.
Peristiwa ini menyebabkan akses menuju kawasan wisata Dieng terputus total. Puluhan personel gabungan dibantu warga setempat harus berjibaku mengevakuasi pohon super jumbo tersebut.
Mudiharjo, seorang warga yang rumahnya berada di dekat lokasi kejadian, menceritakan pengalaman mencekam saat peristiwa itu terjadi.
“Saya sedang santai di ruang tamu, kemudian ada suara ‘krayakk bum’ yang sangat keras,” ujarnya.
Suasana hening seketika berubah menjadi suara dentuman hebat akibat pohon besar yang roboh di jalan raya.
“Saya langsung bergegas keluar rumah dan melihat pohon beringin besar itu sudah rebah melintang di jalan,” lanjutnya dengan ekspresi masih terkejut.
Ia menambahkan bahwa pohon tersebut menimpa sebagian atap rumahnya dan merusak beberapa kabel listrik di sekitarnya.
“Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas dan anggota keluarga saya selamat. Namun, listrik di area kami langsung padam,” tambah Mudiharjo.
Warga yang mendengar suara gemuruh segera berkumpul di lokasi kejadian dan melaporkan peristiwa tersebut ke petugas berwenang.
Setelah menerima laporan, Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, bersama tim gabungan dari Polres Wonosobo, BPBD, SAR, dan masyarakat setempat segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Proses penanganan sempat mengalami kendala karena ukuran pohon yang sangat besar serta keterbatasan alat berat. Crane pertama yang didatangkan tidak mampu mengangkat batang pohon, sehingga evakuasi awal difokuskan pada pemotongan ranting-ranting kecil.
“Kami mendatangkan crane dengan kapasitas lebih besar sekitar pukul 05.00 WIB pagi, dan proses evakuasi dapat dilanjutkan dengan lebih efektif,” jelas Kapolres.
Ia juga menambahkan bahwa arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif selama proses evakuasi berlangsung.
Untuk mengurangi kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan menuju Dieng, pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas melalui Desa Tegalsari yang mengarah ke Puskesmas Garung atau Jalan Raya Dieng Km 8. Pengalihan ini menambah jarak tempuh sekitar 2 kilometer.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Polres Temanggung dan Polres Banjarnegara untuk mengarahkan wisatawan melalui jalur Jlumprit dan Kecamatan Batur.
Kendaraan yang turun dari Dieng diarahkan melalui jalur Tambi menuju Kabupaten Temanggung.
Menghadapi pohon dengan diameter sekitar 2 meter, proses evakuasi memakan waktu lebih dari 12 jam. Pengangkatan batang pohon memerlukan crane dan truk besar. Jalan kembali dibuka pada Jumat, 4 April 2025, sekitar pukul 11.40 WIB.
Namun, proses evakuasi batang pohon akan dilanjutkan pada malam hari nanti untuk menghindari kemacetan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pihak terkait akan pentingnya pemeliharaan pohon-pohon tua di sepanjang jalan raya guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Saat ini, kendaraan dari kedua arah sudah diperbolehkan melaju dengan hati-hati. Warga masyarakat maupun wisatawan yang hendak ke Dataran Tinggi Dieng diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati, baik terhadap potensi pohon tumbang maupun risiko longsor dan banjir.***