
SERAYUNEWS – Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Cilacap yang menjerat Bupati Syamsul Auliya Rachman. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terburu-buru menghakimi.
Pernyataan tersebut disampaikan Taufik usai menghadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-170 Kabupaten Cilacap di ruang rapat DPRD, Sabtu (28/3/2026).
“Kita berbaik sangka saja, kita doakan. Tidak perlu ikut mencemooh,” ujar Taufik kepada awak media.
Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyikapi kasus yang sedang berjalan.
“Lebih baik kita introspeksi diri, apa yang bisa kita lakukan untuk Cilacap agar menjadi lebih baik,” tambahnya.
Taufik memastikan bahwa secara kelembagaan, DPRD Cilacap menghormati langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK.
“Kita ikuti saja proses hukumnya. DPRD menghormati dan siap bekerja sama,” tegasnya.
OTT yang dilakukan KPK pada Jumat (13/3/2026) terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons.
Meski situasi memanas, Taufik meminta semua pihak tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia juga menyampaikan pesan kepada Syamsul agar menjalani proses hukum secara jujur dan terbuka.
“Kepada Mas Syamsul, sampaikan keterangan apa adanya, dan berdoa. Insyaallah akan ada jalan terbaik,” ucapnya.
Di tengah dinamika tersebut, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah serta fokus pada pembangunan.
Taufik berharap masyarakat tidak terjebak dalam opini yang memperkeruh suasana. Ia mengajak seluruh elemen untuk tetap menjaga stabilitas dan bersama-sama membangun Cilacap ke arah yang lebih baik.