
WONOSOBO, SERAYUNEWS- Musim libur sekolah menjadi salah satu periode dengan lonjakan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang menawarkan panorama alam pegunungan, udara sejuk, hingga situs sejarah selalu menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Namun, pesona Wonosobo tidak hanya terletak pada keindahan alamnya. Kabupaten yang berada di lereng Pegunungan Dieng ini juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang menjadi bagian penting dari pengalaman berwisata.
Bahkan, banyak wisatawan mengaku belum lengkap berlibur ke Wonosobo jika belum mencicipi makanan khas daerah tersebut.
Mulai dari hidangan berkuah hangat yang cocok disantap di tengah udara dingin hingga camilan tradisional yang dapat dijadikan oleh-oleh, kuliner khas Wonosobo menawarkan cita rasa autentik yang sulit ditemukan di daerah lain.
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan bersama keluarga ke Wonosobo dan Dieng, berikut rekomendasi kuliner khas yang wajib masuk dalam daftar wisata kuliner.
Berbicara mengenai makanan khas Wonosobo, nama Mie Ongklok hampir selalu berada di urutan pertama.
Kuliner legendaris ini telah menjadi identitas Kabupaten Wonosobo selama puluhan tahun. Mie kuning direbus menggunakan saringan bambu atau “ongklok”, kemudian disajikan bersama kol, daun kucai, dan siraman kuah kental berbahan tepung kanji yang dipadukan dengan bumbu rempah, ebi, serta gula jawa.
Perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan aroma bawang yang khas membuat hidangan ini memiliki karakter berbeda dibandingkan mie rebus dari daerah lain.
Sebagian besar warung Mie Ongklok juga menyajikannya bersama sate sapi, sate ayam, atau tempe kemul sehingga cita rasanya semakin lengkap.
Karena udara Wonosobo yang relatif dingin sepanjang tahun, semangkuk Mie Ongklok hangat menjadi menu favorit wisatawan, terutama setelah mengunjungi kawasan wisata Dieng.
Harga satu porsi Mie Ongklok relatif ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000.
Sekilas, Tempe Kemul terlihat mirip tempe goreng tepung biasa. Namun setelah mencicipinya, wisatawan akan langsung merasakan perbedaannya.
Tempe Kemul dibuat dari irisan tempe tipis yang dibalut adonan tepung berbumbu dengan tambahan irisan daun kucai. Setelah itu digoreng hingga renyah sehingga menghasilkan aroma harum dan rasa gurih yang khas.
Kuliner ini paling sering disajikan sebagai pelengkap Mie Ongklok, meski banyak wisatawan juga menikmatinya sebagai camilan sore. Dengan harga mulai Rp1.000 hingga Rp2.000 per potong, Tempe Kemul menjadi salah satu kuliner paling ekonomis yang wajib dicoba.
Jika ingin menikmati suasana pagi seperti warga lokal, cobalah menikmati seporsi Nasi Megono. Kuliner tradisional ini terdiri atas nasi putih hangat yang dipadukan dengan olahan nangka muda berbumbu rempah dan kelapa parut.
Rasa gurih berpadu aroma rempah menjadikan Nasi Megono sebagai menu sarapan favorit masyarakat Wonosobo sejak lama. Biasanya hidangan ini disajikan bersama tempe kemul, ikan asin, telur, atau lauk sederhana lainnya.
Selain mengenyangkan, harga Nasi Megono juga cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp8.000 hingga Rp15.000 per porsi, tergantung lauk yang dipilih.
Kuliner berikutnya adalah Geblek, camilan tradisional berbahan dasar tepung tapioka yang telah menjadi bagian dari budaya kuliner Wonosobo. Berbeda dengan cireng, Geblek memiliki bentuk menyerupai angka delapan dengan tekstur renyah di bagian luar dan kenyal di bagian dalam.
Makanan ini biasanya dijual di pasar tradisional, pusat oleh-oleh, hingga pedagang kaki lima. Geblek paling nikmat disantap selagi hangat bersama cabai rawit atau sambal. Harga per bungkus berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000.
Tak lengkap rasanya pulang dari Wonosobo tanpa membawa Manisan Carica. Carica merupakan buah khas pegunungan yang hanya dapat tumbuh optimal di dataran tinggi seperti kawasan Dieng.
Karena bentuknya menyerupai pepaya, buah ini sering dijuluki “pepaya gunung”. Buah Carica diolah menjadi manisan atau sirup dengan rasa manis dan sedikit asam yang menyegarkan.
Produk ini menjadi oleh-oleh paling populer bagi wisatawan karena praktis dibawa pulang dan memiliki cita rasa khas yang tidak ditemukan di daerah lain. Harga manisan Carica berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per kemasan.
Bagi pecinta olahan daging sapi, Dendeng Gepuk menjadi pilihan yang layak dicoba. Daging sapi dipukul hingga pipih sebelum dimasak menggunakan rempah-rempah pilihan dalam waktu cukup lama sehingga menghasilkan tekstur empuk dan rasa yang kaya.
Perpaduan cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas membuat lauk ini cocok disantap bersama nasi hangat. Harga satu porsinya berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000.
Selain makanan utama, Wonosobo juga memiliki banyak camilan khas yang menjadi incaran wisatawan. Beberapa di antaranya adalah Opak Singkong, Sagon Bakar, Keripik Jamur, Keripik Talas, Rengginang Wonosobo, serta Jagung Pelus.
Masing-masing memiliki karakter rasa yang berbeda, mulai dari gurih, manis, hingga renyah. Harga camilan tersebut relatif terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp30.000 per kemasan sehingga cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga maupun kolega.
Selain terkenal dengan destinasi wisata seperti Telaga Menjer, Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, dan Kompleks Candi Arjuna, Wonosobo juga berhasil membangun identitas sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Jawa Tengah.
Keberadaan berbagai makanan tradisional yang masih dipertahankan resep aslinya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Tak sedikit pengunjung yang sengaja datang hanya untuk menikmati Mie Ongklok legendaris atau berburu oleh-oleh khas seperti Carica dan Sagon Bakar sebelum kembali ke kota asal.
Agar pengalaman wisata kuliner semakin maksimal, wisatawan disarankan datang pada pagi hari apabila ingin menikmati Nasi Megono karena biasanya cepat habis.
Sementara itu, Mie Ongklok dapat dinikmati mulai siang hingga malam hari di berbagai pusat kuliner Kota Wonosobo.
Untuk membeli oleh-oleh, wisatawan bisa mengunjungi sentra oleh-oleh di pusat kota maupun sepanjang jalur menuju kawasan wisata Dieng. Di sana tersedia beragam pilihan produk khas dengan harga yang bervariasi.
Perkembangan sektor pariwisata Wonosobo tidak hanya didukung keindahan alam pegunungan dan kekayaan budaya, tetapi juga oleh kekuatan kuliner tradisional yang tetap lestari hingga kini.
Mie Ongklok, Tempe Kemul, Nasi Megono, Geblek, Carica, hingga berbagai camilan khas menjadi bukti bahwa Wonosobo memiliki identitas kuliner yang kuat.
Karena itu, jika Anda berencana mengisi libur sekolah bersama keluarga di kawasan Dieng, sempatkanlah menjelajahi wisata kuliner Wonosobo.
Selain memanjakan lidah, pengalaman mencicipi makanan khas daerah ini akan membuat perjalanan terasa lebih berkesan dan memberikan kenangan yang sulit dilupakan.