
SERAYUNEWS – Nuzulul Quran merupakan peristiwa yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
Peristiwa tersebut menjadi awal penyampaian ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian menjadi pedoman ajaran bagi umat Islam.
Pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, peringatan Nuzulul Quran yang berlangsung setiap tanggal 17 Ramadan tahun ini jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Adapun peringatan malam Nuzulul Quran telah dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026.
Dalam tradisi umat Islam, malam tersebut sering diisi dengan kegiatan ibadah seperti tilawah Al-Qur’an, pengajian, doa bersama, dan kajian keagamaan.
Peringatan Nuzulul Quran dipahami sebagai momentum untuk meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an. Sejumlah sumber keislaman menyebutkan beberapa keutamaan yang berkaitan dengan malam tersebut.
Malam turunnya Al-Qur’an disebut sebagai malam yang diberkahi. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an melalui Surah Ad-Dukhan ayat 3.
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
Latin:
Innâ anzalnâhu fî lailatim mubârakah, innâ kunnâ mundzirîn.
Artinya:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan.”
Ayat tersebut menjadi rujukan bahwa turunnya Al-Qur’an berkaitan dengan malam yang disebut sebagai malam penuh keberkahan.
Dalam literatur hadis disebutkan bahwa malam-malam di bulan Ramadan menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Latin:
Man qâma lailatal-qadri îmânan wahtisâban ghufira lahu mâ taqaddama min dzanbih.
Artinya:
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).
Hadis tersebut kerap dikaitkan dengan anjuran meningkatkan ibadah pada malam-malam Ramadan, termasuk pada peringatan Nuzulul Quran.
Keterangan mengenai turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadan terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Latin:
Syahru ramadhānal-ladzī unzila fīhil-qur’ānu hudal-linnāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān. Faman syahida minkumus-syahra fal-yashumhu. Wa man kâna marîdhan aw ‘alâ safarin fa ‘iddatun min ayyâmin ukhar. Yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn.
Artinya:
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan sebagai petunjuk bagi manusia.
Al-Qur’an juga menyebutkan turunnya wahyu pada malam yang dimuliakan sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5.
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Latin:
Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malâ’ikatu war-rûhu fîhâ bi idzni rabbihim min kulli amr. Salâmun hiya hattâ mathla‘il-fajr.
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
Ayat tersebut menjelaskan tentang malam kemuliaan yang berkaitan dengan turunnya Al-Qur’an.
Malam peringatan Nuzulul Quran juga sering dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, serta berdoa.
Salah satu doa yang sering dibaca pada malam-malam Ramadan adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Peringatan Nuzulul Quran setiap Ramadan umumnya diisi dengan kegiatan keagamaan di masjid, musala, sekolah, maupun lembaga pendidikan Islam.
Kegiatan yang dilakukan antara lain pengajian, ceramah keagamaan, pembacaan Al-Qur’an, serta doa bersama.
Agenda tersebut biasanya dilaksanakan pada malam 17 Ramadan atau pada malam sebelumnya sesuai tradisi masyarakat setempat.