
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus mematangkan persiapan calon jemaah haji tahun 2026 dengan menggelar bimbingan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan inklusif bagi seluruh calon jemaah haji.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, menegaskan bahwa manasik haji merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan jemaah secara menyeluruh.
Dalam sambutannya, Tursiman menyampaikan bahwa manasik tahun ini mengusung tema inklusif, yakni ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Untuk tema manasik yang terintegrasi kali ini adalah ‘Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan’. Kami berharap, melalui bimbingan ini para calon jemaah haji benar-benar siap untuk melaksanakan ibadah haji, baik dari sisi fisik maupun spiritual,” katanya.
Tursiman juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa manasik haji menjadi bekal penting agar jemaah memahami tata cara ibadah sesuai syariat Islam.
“Manasik haji terintegrasi ini penting agar seluruh jemaah memiliki pemahaman yang sama, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan tertib, mandiri, dan sesuai tuntunan,” katanya.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan manasik sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat niat ibadah.
Pj Sekda juga mengingatkan agar seluruh calon jemaah mengikuti rangkaan manasik dengan sungguh-sungguh dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap seluruh calon jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya, meraih haji mabrur, dan kembali menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji Banjarnegara, Nawawi, melaporkan bahwa sebanyak 1.059 calon jemaah haji asal Banjarnegara akan diberangkatkan tahun ini.
Mereka terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 69 (60 jemaah), Kloter 70 (354 jemaah), Kloter 71 (354 jemaah), dan Kloter 72 (291 jemaah).
“Haji mabrur dimulai dari persiapan yang disiplin dan kesehatan yang terjaga,” ujar Nawawi.
Dalam kegiatan manasik ini, panitia juga menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Arief Mundzir, Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara dr. Latifa Hesti, serta Kepala Kementerian Agama Banjarnegara, Sukarno.
Dengan manasik yang terstruktur dan terintegrasi, seluruh calon jemaah haji diharapkan semakin siap menghadapi rangkaian ibadah haji 2026.
Kesiapan tersebut mencakup aspek pengetahuan, kesehatan, hingga mental dan spiritual, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk.