
SERAYUNEWS – Masa depan Marcus Rashford kembali menjadi tanda tanya besar. Setelah masa peminjamannya bersama Barcelona berakhir pada musim 2025/2026, penyerang sayap milik Manchester United itu kini berada di persimpangan karier.
Yang membuat banyak pihak heran, Barcelona justru belum menunjukkan tanda-tanda akan mempermanenkan Rashford. Padahal kontribusinya selama semusim terakhir terbilang cukup impresif.
Alih-alih mengamankan jasa pemain berusia 28 tahun tersebut, Barcelona justru lebih memilih mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United, pemain yang beroperasi di posisi serupa.
Keputusan itu langsung memunculkan pertanyaan besar: mengapa Barcelona melepas Rashford?
Padahal dari segi harga, Rashford jauh lebih murah. Manchester United disebut hanya memasang banderol sekitar 30 juta euro untuk pemain akademi mereka itu.
Sebaliknya, untuk memboyong Anthony Gordon, Barcelona harus mengeluarkan dana yang diperkirakan mencapai 80 juta euro.
Jika melihat statistik di kompetisi domestik, Rashford bahkan terlihat lebih unggul.
Bersama Barcelona, Rashford tampil dalam 32 pertandingan Liga Spanyol dengan torehan delapan gol dan tujuh assist. Di Liga Champions, ia mencatat lima gol dan tiga assist dari 11 pertandingan.
Sementara Anthony Gordon hanya membukukan enam gol dan dua assist dari 26 pertandingan Liga Inggris bersama Newcastle United.
Namun ada satu faktor yang mungkin menjadi pembeda. Di Liga Champions, Gordon tampil lebih tajam dengan catatan 10 gol dan satu assist dari 12 pertandingan. Selain itu, usianya yang tiga tahun lebih muda membuatnya dianggap sebagai investasi jangka panjang yang lebih menjanjikan.
Bukan hanya itu, sejumlah pengamat juga menilai gaya bermain Gordon lebih sesuai dengan kebutuhan Barcelona.
Rashford selama ini kerap mendapat kritik karena kontribusinya saat bertahan dinilai kurang maksimal. Sebaliknya, Gordon dikenal lebih fleksibel dan mampu bermain di beberapa posisi berbeda di lini depan.
Bahkan di Newcastle, ia beberapa kali dimainkan sebagai penyerang bayangan, peran yang diprediksi akan semakin dibutuhkan Barcelona seiring mendekatnya akhir karier Robert Lewandowski.
Lalu ke mana Marcus Rashford akan berlabuh? Peluang kembali ke Manchester United tampaknya sangat kecil. Hubungan antara pemain dan klub disebut sudah tidak sehangat dulu, terutama setelah beberapa pernyataan Rashford yang mengisyaratkan keinginannya mencari tantangan baru di luar Old Trafford.
Jika tetap ingin berkarier di Liga Inggris, Chelsea menjadi salah satu tujuan yang paling masuk akal.
Pelatih baru The Blues, Xabi Alonso, dikabarkan menyukai profil Rashford yang mampu bermain di berbagai posisi di lini serang. Kecepatan, pengalaman, dan kemampuannya dalam situasi satu lawan satu bisa menjadi senjata berharga bagi proyek baru Chelsea.
Selain Chelsea, Aston Villa juga disebut memantau situasi Rashford. Terlebih klub tersebut dikabarkan berpotensi kehilangan beberapa pemain kunci di lini depan dan membutuhkan sosok berpengalaman untuk menghadapi jadwal kompetisi Eropa musim depan.
Minat juga datang dari Italia. Beberapa klub Serie A dilaporkan tertarik, namun gaji Rashford yang mencapai lebih dari 230 ribu poundsterling per pekan menjadi hambatan utama dalam negosiasi.
Di luar Eropa, klub-klub Arab Saudi diyakini siap memberikan tawaran fantastis. Bahkan secara finansial, opsi tersebut menjadi yang paling menguntungkan bagi Rashford.
Namun di usia 28 tahun, banyak pihak percaya Rashford masih ingin membuktikan dirinya di level tertinggi sepak bola Eropa sebelum mempertimbangkan pindah ke Timur Tengah.
Untuk saat ini, masa depan Rashford masih menjadi teka-teki. Tetapi satu hal yang pasti, pemain yang pernah digadang-gadang sebagai wajah masa depan Manchester United itu tampaknya akan memulai babak baru dalam kariernya musim depan.
Pertanyaannya sekarang, apakah Rashford masih mampu membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang terbaik Eropa, atau justru kariernya perlahan mulai menjauh dari panggung utama sepak bola dunia?