
SERAYUNEWS – Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu momentum penting dalam sejarah Islam yang sarat dengan nilai keimanan dan pelajaran ibadah.
Khutbah Jumat tanggal 9 Januari 2025 yang bertepatan dengan bulan Rajab menjadi waktu yang tepat untuk mengajak umat Islam kembali merenungi makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW.
Kemudian, mempelajari relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menegakkan shalat dengan benar dan khusyuk.
Khutbah diawali dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Rasulullah SAW sebagai berikut:
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَوَصَّى وَأَحَاطَ بِكُلِّ شَيْئٍ عِلْمًا. وَأَحْصَى أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ شَهَادَةَ اْلأَتْقَى. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ مَنَّ بِجَمِيْعِ حُقُوْقِهِ قَضَى. أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ. اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin jama’ah Jumat yang mulia, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada Anda semua agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Takwa bukan sekadar ucapan, melainkan diwujudkan dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Bulan Rajab yang sedang kita masuki merupakan bulan yang dimuliakan.
Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap bulan ini, bahkan memanjatkan doa sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik dalam Musnad Ahmad:
أَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, semoga Engkau memberkahi kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, semoga Engkau pertemukan kami dengan bulan Ramadlan.”
Doa ini menegaskan bahwa Rajab adalah pintu awal untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.
Sebagian ulama menggambarkan keterkaitan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan dengan ungkapan berikut:
رَجَبُ شَهْرُ الزَّرْعِ وَشعْبَانُ شَهْرُ السَقْيِ وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْحَصَادِ
Rajab adalah waktu terbaik untuk menanam amal saleh, memperbanyak istighfar, sedekah, puasa sunnah, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Apa yang ditanam pada bulan ini akan menentukan hasil yang dipetik di bulan Ramadhan.
Bulan Rajab juga menjadi saksi peristiwa luar biasa, yaitu Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha, adalah peristiwa yang haq dan benar karena disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an.
Isra Miraj menjadi ujian iman bagi umat manusia.
Peristiwa ini mengajarkan bahwa kebenaran agama tidak boleh diukur semata-mata dengan akal.
Cara berpikir yang hanya mengandalkan logika tanpa iman justru menyerupai pola pikir iblis:
أَوَّلُ مَنْ قَاسَ الدِّيْنَ بِرَأْيِهِ
Sebelum menerima perintah shalat lima waktu, Rasulullah SAW mengalami pensucian hati. Habib Ali Al Habsyi dalam Simthut Durrar menjelaskan:
وَمَا أَخْرَجَ الْلأَمْلَاكُ مِنْ قَلْبِهِ أَذَى وَلَكِنَّهُمْ زَادُوْهُ طُهْرًا عَلَى طُهْرٍ
Hal ini menjadi pelajaran bagi Anda bahwa shalat harus diawali dengan hati yang bersih dan fokus kepada Allah SWT. Allah menggunakan perintah أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ, bukan sekadar melakukan shalat, tetapi menegakkannya secara lahir dan batin.
Hatim Al Asham ketika ditanya tentang cara khusyuk dalam shalat menjawab:
أَقُوْمُ وَ أُكَبِّرُ لِلصَّلَاةِ وَ أَتَخَيَّلُ الْكَعْبَةَ أَمَامَ عَيْنِيْ وَالصِّرَاطَ تَحْتَ قَدَمِيْ وَالْجَنَّةَ عَنْ يَمِيْنِيْ وَالنَّارَ عَنْ شِمَالِيْ وَمَلَكَ الْمَوْتِ وَراَئِيْ
Inilah gambaran shalat yang benar-benar menghadirkan kesadaran penuh akan kehidupan akhirat.
Melalui peringatan Isra Miraj ini, khutbah mengajak Anda untuk memperbaiki kualitas shalat dan memanfaatkan bulan Rajab sebagai momentum perubahan diri.
Semoga kita semua dimudahkan untuk menegakkan shalat dengan khusyuk, memperoleh ridha Allah SWT, dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh di surga-Nya. Amin.***