
BANYUMAS, SERAYUNEWS—Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Media Edukasi Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang dengan Media Game Monopoli bagi Kader Posyandu di Desa Karangtengah, Kabupaten Banyumas.”
Kegiatan ini diikuti oleh kader Posyandu sebagai mitra utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
Pengabdian kepada masyarakat tersebut diselenggarakan di Aula Balai Desa Karangtengah, Kabupaten Banyumas, pada 21 Juli 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Karangtengah, Bidan Desa Karangtengah, tim dosen pengabdi, serta mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya stimulasi perkembangan sejak dini, mengenali tanda-tanda keterlambatan perkembangan, serta memahami langkah-langkah intervensi awal apabila ditemukan penyimpangan tumbuh kembang pada balita.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa masa balita merupakan periode emas (golden period) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak pada masa mendatang. Oleh karena itu, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada keluarga.
“Melalui pelatihan ini kami tidak hanya menyampaikan materi secara ceramah, tetapi juga menggunakan media pembelajaran yang interaktif sehingga kader lebih mudah memahami materi dan mampu mengaplikasikannya saat kegiatan Posyandu,” jelas ketua tim pengabdian.
Keunikan kegiatan ini terletak pada penggunaan Game Monopoli SDIDTK sebagai media pembelajaran. Permainan edukatif tersebut dirancang berisi pertanyaan, tantangan, dan materi mengenai stimulasi perkembangan sesuai usia anak. Dengan pendekatan belajar sambil bermain, peserta menjadi lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, serta memecahkan berbagai permasalahan yang sering dijumpai dalam pelayanan Posyandu.

Selama pelaksanaan kegiatan, para kader memperoleh materi mengenai konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan anak, prinsip-prinsip stimulasi perkembangan, serta empat aspek perkembangan yang meliputi gerak kasar, gerak halus, bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian. Selain itu, peserta juga mempraktikkan penggunaan media permainan monopoli sebagai sarana edukasi yang dapat diterapkan kembali kepada masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi maupun praktik permainan. Para kader aktif bertanya mengenai berbagai permasalahan perkembangan balita yang sering ditemui di lapangan serta berbagi pengalaman dalam mendampingi keluarga di wilayah kerja masing-masing.
Salah seorang kader Posyandu menyampaikan bahwa metode pembelajaran menggunakan permainan membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat. Menurutnya, media tersebut dapat menjadi alternatif edukasi yang menarik sehingga kegiatan penyuluhan kepada orang tua tidak lagi monoton.
Sebagai bagian dari evaluasi, tim pengabdian juga melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai stimulasi perkembangan, deteksi dini keterlambatan perkembangan, serta pentingnya rujukan dini apabila ditemukan penyimpangan tumbuh kembang.
Melalui kegiatan ini diharapkan kader Posyandu semakin percaya diri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mampu melakukan deteksi dini secara tepat, serta menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak di lingkungan masing-masing.
Program Studi Kebidanan Purwokerto Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai inovasi media edukasi yang aplikatif sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader Posyandu diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkembang secara optimal.
Artikel ini ditulis oleh: Wanodya Hapsari, S.ST., M.Tr.Keb., Bdn dan Puji Hastuti, Ahli (A), MH.Kes., Amd.Keb (Dosen Program Studi Kebidanan Purwokerto Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang)