
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Kabupaten Banjarnegara untuk memperkuat sinergi pengawasan tata kelola keuangan daerah.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah, Buyung Wiromo Samudro, bersama tim diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara Amalia Desiana di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk mengawal akuntabilitas pembangunan daerah, termasuk optimalisasi pengadaan barang dan jasa melalui E-Katalog.
Buyung menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pengadaan pemerintah daerah berkaitan dengan penggunaan E-Katalog.
Sejumlah pejabat pengadaan menghadapi dilema ketika menemukan harga produk di pasar konvensional lebih murah dibandingkan harga yang tercantum dalam E-Katalog. Jika membeli di luar E-Katalog, mereka khawatir dianggap melanggar ketentuan pemerintah.
Sebaliknya, jika tetap membeli melalui E-Katalog dengan harga yang lebih tinggi, pejabat pengadaan juga khawatir keputusan tersebut dapat menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.
Menurut Buyung, kondisi tersebut perlu disikapi dengan tetap mengedepankan proses pengadaan yang transparan dan akuntabel.
Pejabat pengadaan, kata dia, tetap wajib melakukan riset harga pasar sekaligus melakukan negosiasi harga melalui sistem E-Katalog.
Langkah tersebut penting untuk memastikan proses pengadaan berlangsung efisien serta dapat dipertanggungjawabkan.
BPKP Jawa Tengah berkomitmen memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam mengelola berbagai risiko pengadaan barang dan jasa.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pejabat pengadaan mengambil keputusan secara lebih tepat, selama seluruh proses dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Kami berkomitmen mendampingi pemerintah daerah agar para pejabat pengadaan dapat bekerja secara tenang sepanjang keputusan diambil dengan itikad baik, transparan dan sesuai prosedur negosiasi harga yang akuntabel,” ujarnya.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyambut baik kunjungan BPKP Jawa Tengah. Ia juga mengapresiasi arahan dan pendampingan yang diberikan dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.
Amalia menegaskan, Pemkab Banjarnegara terus berupaya membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Upaya tersebut dilakukan sejak tahap perencanaan, termasuk dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Sinergi antara BPKP Jateng dan Pemkab Banjarnegara diharapkan semakin solid dalam mendorong percepatan pembangunan daerah yang akuntabel dan berintegritas,” katanya.
Penguatan koordinasi antara BPKP Jawa Tengah dan Pemkab Banjarnegara diharapkan dapat memperkecil risiko dalam pengelolaan keuangan daerah sekaligus memastikan program pembangunan berjalan efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.