
SERAYUNEWS — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyumas menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu (18/4/2026).
Forum tertinggi di tingkat kabupaten ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan partai lima tahun ke depan.
Ketua DPC PKB Banyumas, Imam Ahfas, menegaskan Muscab tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang konsolidasi sekaligus perumusan strategi menghadapi dinamika sosial dan politik.
Imam menyebutkan, terdapat empat agenda krusial dalam Muscab kali ini. Pertama, pembahasan tata tertib sebagai dasar agar persidangan berjalan demokratis dan konstitusional.
“Yang pertama tentu kita membahas tata tertib, agar seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi,” kata Imam.
Agenda kedua adalah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam menjalankan organisasi.
“Karena saya melanjutkan sisa periode, maka saya mempertanggungjawabkan apa yang menjadi tanggung jawab saya selama ini,” imbuhnya.
Pembahasan paling strategis berada pada penyusunan program kerja periode 2026–2031. PKB Banyumas menargetkan peran lebih aktif dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Beberapa isu prioritas yang disorot antara lain tingginya angka anak tidak sekolah yang mencapai lebih dari 15.000 anak, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga penyediaan ruang ekspresi bagi generasi muda.
“PKB harus hadir di semua persoalan yang ada di Banyumas. Program kerja ke depan harus benar-benar konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegas Imam.
Selain isu sosial, PKB Banyumas juga mulai serius menggarap basis pemilih muda. Berdasarkan data internal, sekitar 53 persen pemilih di Banyumas atau sekitar 760 ribu orang berasal dari kalangan milenial dan Gen Z.
“Ini peluang sekaligus tantangan. Ke depan, PKB harus mampu menyentuh anak muda, membuka ruang kreativitas, termasuk mendorong lahirnya petani muda, peternak muda, dan berbagai inovasi lainnya,” kata dia.
Agenda terakhir dalam Muscab adalah pengusulan calon ketua dan pengurus DPC PKB Banyumas periode 2026–2031. Proses ini melibatkan sinergi antara DPW PKB Jawa Tengah dan aspirasi kader di tingkat bawah.
Imam memastikan proses berjalan terbuka dan memberi ruang bagi kader potensial.
“Nama-nama hasil pemetaan dari DPW nantinya akan disampaikan dalam forum. Tapi Muscab juga diberi ruang untuk mengusulkan kader terbaik yang mungkin belum masuk dalam daftar tersebut,” ungkapnya.
Melalui Muscab ini, PKB Banyumas menargetkan lahirnya kepemimpinan yang responsif serta program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi partai sebagai kekuatan politik yang tidak hanya elektoral, tetapi juga solutif bagi persoalan daerah.