
SERAYUNEWS – Sederet nama muncul sebagai kandidat yang diusulkan untuk menjadi ketua, pada kegiatan musyawarah cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Banyumas.
Proses penjaringan nama berlangsung kompetitif. Berdasarkan pemetaan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) yang telah direstui Dewan Pengurus Pusat (DPP), terdapat 10 nama yang masuk dalam radar bursa calon.
Imam Ahfas, Dwi Asih Lintari, Mutamir, Tati Irawati, H. Woro Sulistiyono, Danan Setianto, Dr. Mugiarti, Dukha Ngabdul Ngasih, Reza Akbar, dan Hananto.
Di sisi lain, mekanisme bottom-up dari Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) turut menyumbangkan 3 nama usulan tambahan, yaitu: Imam Santosa, Haryanto, dan Bejo Wijaya.
Ketua DPC PKB Banyumas, Imam Ahfas, mengungkapkan bahwa Muscab kali ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan penguatan fondasi partai melalui empat agenda utama.
“Agenda pertama adalah laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode sebelumnya. Karena saya masih menjabat di sisa periode, maka saya harus mempertanggungjawabkan kinerja selama masa kepemimpinan,” kata dia.
Selain LPJ, penyusunan program kerja untuk periode 2026–2031 menjadi prioritas. Fokusnya adalah memastikan PKB menjadi solusi konkret bagi isu sosial di Banyumas, mulai dari kemiskinan hingga pemberdayaan pemuda.
“PKB harus hadir dalam semua persoalan di Banyumas, termasuk membuka ruang bagi anak muda untuk berkembang,” kata Imam.
Wakil Ketua Umum PKB, Ida Fauziyah, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa penataan organisasi tengah dilakukan secara masif dan berjenjang. Setelah Muscab Banyumas rampung pada April 2026, estafet konsolidasi akan berlanjut ke tingkat kecamatan (Musyawarah Anak Cabang) pada Juli-September 2026, dan berakhir di tingkat desa (Musyawarah Ranting) pada akhir tahun.
Mengenai seleksi kepemimpinan, Ida menjelaskan adanya penggabungan metode aspirasi bawah dan evaluasi internal.
“Kami mendengarkan usulan dari DPAC tanpa batasan jumlah. Setelah itu dilakukan pemetaan untuk melihat potensi, dan calon yang tidak hanya mau, tetapi juga mampu, akan melalui fit and proper test,” jelas Ida.
Hasil dari kabupaten nanti diserahkan ke DPP PKB untuk penentuan siapa yang bakal jadi ketua PKB Banyumas. Rencananya pada Mei 2026 sudah diketahui siapa yang bakal memimpin PKB Banyumas.
PKB Banyumas mematok target ambisius pada pemilu mendatang. Penguatan struktur dianggap sebagai langkah kunci untuk mengonversi kehadiran partai menjadi perolehan kursi legislatif yang signifikan.
Target Mendatang DPRD Kabupaten 9 Kursi 15 Kursi DPRD Provinsi – +1 Kursi DPR RI 1 Kursi 2 Kursi Menutup arahannya, Ida Fauziyah menekankan bahwa eksistensi pengurus di lapangan adalah kunci kemenangan.
“Struktur partai harus benar-benar hidup, tidak hanya di atas kertas, tetapi hadir di tengah masyarakat. Jika struktur kuat dan partai terus bersama rakyat, maka kemenangan akan menjadi keniscayaan,” kata dia, Sabtu (18/4/2026).