
SERAYUNEWS – Ramadan adalah bulan keberkahan dan penuh cahaya. Bulan ketika lampu-lampu masjid menyala lebih lama, ketika dapur rumah tangga kembali berasap menjelang sahur, dan pada saatnya jutaan masyarakat bergerak menuju kampung halaman.
Di tengah denyut kehidupan yang kian hangat itu, Kilang Cilacap tetap berdiri teguh, menjaga nyala energi untuk negeri.
Sebagai kilang terbesar di Indonesia berkapasitas 348 ribu barrel per hari, Kilang Cilacap beroperasi normal selama Ramadan. Angka itu bukan sekadar kapasitas produksi, melainkan simbol tanggung jawab besar yang menopang sepertiga kebutuhan BBM nasional dan mayoritas pasokan energi di Pulau Jawa.
Di ruang kontrol yang tak pernah sepi, operator memantau layar-layar digital dengan penuh ketelitian. Di lapangan, teknisi memastikan setiap unit proses bekerja dalam parameter aman dan andal. Tak ada jeda, tak ada pengurangan kapasitas. Ramadan justru menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen.
“Ramadan adalah bulan penguatan nilai. Bagi kami, menjaga keandalan operasional adalah bagian dari ibadah—ikhtiar memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Peramina Patra Niaga RU IV Cilacap, Agustiawan, Kamis (27/2/2026).

Lanjut Agustiawan, seluruh unit produksi dijalankan sesuai kapasitas terpasang dengan penguatan monitoring real time, optimalisasi keandalan peralatan, serta kesiapsiagaan tim selama 24 jam.
“Koordinasi dengan fungsi distribusi juga diperkuat untuk memastikan setiap liter energi sampai ke terminal BBM, bandara, hingga pelosok daerah tanpa hambatan,” tegasnya.
Di saat masyarakat bersiap berbuka puasa, sebagian pekerja kilang berbuka di sela tugas. Nyala api flare di sudut kilang menjadi metafora Ramadan yang terang, konsisten, dan penuh makna.
“Dengan kapasitas 348 ribu barrel per hari dan sistem operasional terintegrasi, Kilang Cilacap memastikan komitmen menjaga ketahanan energi nasional” imbuh Agus.
Di bulan yang mengajarkan kesabaran dan ketulusan ini, energi bukan hanya tentang bahan bakar. Ia adalah tentang pengabdian, tentang pekerja bertugas dalam senyap, agar cahaya Ramadan dan energi negeri terus menyala di seluruh penjuru nusantara.