
SERAYUNEWS– Sat Res Narkoba Polresta Banyumas mengamankan seorang pemuda berinisial IS (32). Dia adalah warga Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. IS ditangkap sesaat setelah menerima paket berisikan obat-obatan keras berbahaya tanpa izin edar. Dari tangan IS polisi menyita barang bukti ratusan butir obat keras. IS menjual barang terlarang tersebut dengan modus yang baru dengan menyembunyikan obat keras tersebut ke pakaian.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Narkoba Polresta Banyumas, Kompol Willy Budiyanto memberikan penjelasannya. Dia mengungkapkan, sebelum menangkap IS, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat. Informasi itu adalah jika di daerah Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur ada seorang pemuda yang kerap mengedarkan obat berbahaya atau psikotropika.
“Mendapati informasi tersebut kemudian Tim Sat Res Narkoba Polresta Banyumas bergerak. Tim kemudian melakukan penyilidikan tentang peredaran psikotropika tersebut,” kata dia, Jumat (15/3/2024).
Setelah berhasil mendapatkan indentitas sang pengedar obat keras, polisi kemudian berhasil menangkap IS pada Rabu (13/3/2024). Polisi menangkap IS sekitar pukul 09.45 WIB sesaat setelah IS menerima paketan obat-obatan tersebut. “Selain mengamankan IS kami juga mengamankan 130 butir psikotropika jenis Alprazolam,” ujarnya.
IS menggunakan modus yang terbilang cukup baru, pasalnya IS memberi obat keras tersebut dengan cara secara online. Kemudian paketnya tidak hanya berisikan obat-obatan keras saja. Namun, ada juga pakaian. “Jadi obat-obatan tersebut dia sembunyikan di dalam lipatan-lipatan beberapa potong baju,” kata dia.
Sementara itu saat dimintai keterangan, pelaku IS memberikan pengakuan pada petugas cara mendapatkan barang haram itu. Dia mengaku kepada petugas kepolisian jika membeli obat-obatan tersebut dengan cara berkomunikasi kepada penjualnya melalui media sosial Facebook. “Jadi, pelaku memesan obat tersebut kepada seseorang yang berada di daerah Banjarmasin. Kemudian obat tersebut dia kirimkan seolah-olah seperti pengiriman paket baju,” ujar Kompol Willy Budiyanto.