
CILACAP, SERAYUNEWS – Pameran seni bertajuk Art Exhibition “Dialog Dunia” menjadi ruang pertemuan antara seniman, akademisi, komunitas, dan generasi muda di Kabupaten Cilacap. Kegiatan yang berlangsung pada 28-30 Juni 2026 di Paragraf Coffee Eatery itu mengangkat semangat kebangsaan Bung Karno melalui karya seni, diskusi, hingga kolaborasi ekonomi kreatif.
Acara yang digelar atas kolaborasi Cilacap Kreatif, Sobat Kaisar, Paragraf Coffee Eatery, dan Kie Art tersebut tak hanya menghadirkan pameran lukisan, tetapi juga diskusi kebangsaan yang mengulas relevansi pemikiran Bung Karno di tengah perkembangan zaman.
Ketua Cilacap Kreatif, Romi Angger Hidayat, mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk nyata kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk membangun ruang kreatif yang terbuka dan produktif.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas komunitas dalam membangun ruang kreatif yang inklusif. Seni bukan hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadi media membangun dialog, memperkuat identitas daerah, dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ujar Romi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Live Painting Competition yang diikuti 11 pelukis anak. Kehadiran para peserta cilik menjadi simbol regenerasi seniman di Kabupaten Cilacap.
Selain lomba melukis, sebanyak 20 seniman turut memamerkan karya bertema sejarah perjuangan bangsa. Beragam lukisan tersebut mengajak pengunjung mengenang perjalanan Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui pendekatan seni.
Dalam kompetisi tersebut, Quinza Ava Firmansyah berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Ibrahim Alvaro Ramadhan, sedangkan Juara III diraih Alva Oryza Maulana.
Puncak acara berlangsung dalam forum Juguran Art Kebangsaan bertema Bung Karno: Dialog Dunia. Diskusi yang dipandu Afrizal Abdi Musyafiq itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Samirun, mengulas nilai-nilai kebangsaan dan pentingnya semangat persatuan dalam pembangunan Indonesia. Sementara Mahfudzen Adi Prabowo yang mewakili Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga nasionalisme.
Dari kalangan seniman, Santosa dari Kie Art menyampaikan bahwa seni merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus membangun kesadaran sosial.
Sementara itu, Dr. Sn. Nofrizaldi, menjelaskan pentingnya pendidikan seni dan komunikasi visual dalam memperkuat identitas budaya Indonesia. Adapun Kury Yusuf menilai ekonomi kreatif mampu menjadi jembatan untuk mengubah potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Diharapkan Jadi Gerakan Budaya
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga berdialog langsung dengan para seniman. Interaksi tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memahami pesan yang terkandung di balik setiap karya.
Menurut Romi, kolaborasi antara komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di Cilacap.
“Kolaborasi dengan Sobat Kaisar, Paragraf Coffee Eatery, dan Kie Art menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap Art Exhibition Dialog Dunia tidak berhenti sebagai agenda pameran tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan budaya yang mampu melahirkan lebih banyak ruang kreatif di Kabupaten Cilacap. Seni diharapkan terus menjadi media pemersatu sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat dan memperkuat identitas budaya daerah.