
SERAYUNEWS – Masjid Istiqlal Jakarta kembali membuka kegiatan itikaf bagi umat Islam pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan 2026.
Kegiatan ibadah tersebut menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan oleh banyak jemaah, baik dari Jakarta maupun dari berbagai daerah di Indonesia.
Itikaf biasanya dilakukan untuk memaksimalkan ibadah di penghujung bulan Ramadhan, terutama dalam rangka mencari keberkahan malam Lailatul Qadar.
Di Masjid Istiqlal, kegiatan ini dilaksanakan dengan pengelolaan yang cukup baik, didukung berbagai fasilitas serta pendampingan dari panitia sehingga jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan tertib.
Karena menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah terbesar di Indonesia, tidak sedikit masyarakat yang datang untuk mengikuti itikaf di masjid nasional tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi calon jemaah untuk mengetahui berbagai pilihan transportasi yang dapat digunakan agar perjalanan menuju Masjid Istiqlal berjalan lancar.
Masjid Istiqlal berada di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya tidak jauh dari Monumen Nasional (Monas) dan Gereja Katedral Jakarta.
Letaknya yang berada di pusat ibu kota membuat masjid ini cukup mudah dijangkau dari berbagai arah.
Jemaah yang ingin mengikuti kegiatan itikaf tidak harus menggunakan kendaraan pribadi.
Saat ini tersedia banyak moda transportasi umum yang dapat dimanfaatkan untuk menuju Masjid Istiqlal, mulai dari bus TransJakarta, kereta KRL Commuter Line, MRT, hingga LRT Jabodebek.
Dengan pilihan transportasi yang beragam tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan berdasarkan lokasi keberangkatan masing-masing.
1. Menggunakan TransJakarta untuk Menuju Masjid Istiqlal
Salah satu transportasi umum yang paling mudah digunakan untuk mencapai Masjid Istiqlal adalah TransJakarta.
Hal ini karena terdapat beberapa halte yang berada sangat dekat dengan area masjid.
Beberapa halte yang bisa digunakan antara lain Halte Istiqlal, Halte Juanda, serta Bus Stop Lapangan Banteng.
Dari halte tersebut, jemaah hanya perlu berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke area masjid.
Sejumlah koridor TransJakarta yang dapat dimanfaatkan untuk menuju lokasi antara lain rute Pulo Gadung menuju Monumen Nasional, rute Pulo Gadung menuju Rawa Buaya melalui Balai Kota, rute Cililitan menuju Juanda, serta rute Kampung Rambutan menuju Juanda melalui Cempaka Putih.
Selain itu terdapat juga rute Senen menuju Lebak Bulus yang dapat menjadi pilihan bagi penumpang dari wilayah selatan Jakarta.
Dengan banyaknya pilihan rute tersebut, pengguna TransJakarta dapat menyesuaikan perjalanan dari berbagai titik keberangkatan di Jakarta.
2. Naik KRL Commuter Line untuk Perjalanan Lebih Cepat
Bagi masyarakat yang datang dari wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor, Bekasi, atau Tangerang, KRL Commuter Line bisa menjadi pilihan transportasi yang cukup praktis.
Penumpang KRL dapat turun di Stasiun Juanda yang letaknya sangat dekat dengan Masjid Istiqlal.
Dari stasiun tersebut, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek daring dengan jarak yang relatif dekat.
Jika berangkat dari Bogor atau Jakarta Selatan, jemaah bisa menaiki KRL menuju Stasiun Manggarai lalu melanjutkan perjalanan ke arah Stasiun Juanda.
Sementara bagi penumpang dari Tangerang, perjalanan dapat dilakukan dengan naik KRL menuju Stasiun Duri terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke jalur menuju Stasiun Juanda.
Penumpang dari Bekasi juga dapat menuju Manggarai terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Jakarta Kota dan turun di Stasiun Juanda.
3. Alternatif Menggunakan MRT dan LRT
Selain TransJakarta dan KRL, jemaah juga dapat menggunakan MRT atau LRT untuk mendekati kawasan Masjid Istiqlal.
Penumpang MRT dapat turun di Stasiun Bundaran HI atau Stasiun Dukuh Atas.
Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan TransJakarta atau layanan transportasi online menuju Masjid Istiqlal.
Jarak dari kawasan tersebut ke masjid sekitar 4 hingga 5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 hingga 15 menit tergantung kondisi lalu lintas.
Sementara bagi masyarakat yang datang dari Bekasi atau Cibubur menggunakan LRT Jabodebek, penumpang dapat turun di Stasiun Dukuh Atas.
Dari sana, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan moda transportasi lain seperti MRT, TransJakarta, atau ojek online.
Selain mengetahui rute perjalanan, jemaah juga disarankan menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum mengikuti itikaf.
Beberapa perlengkapan yang biasanya dibawa antara lain perlengkapan ibadah, pakaian ganti, alat kebersihan pribadi, serta makanan ringan secukupnya.
Jemaah juga dianjurkan datang lebih awal agar dapat menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku di area masjid.
Dengan persiapan yang matang, kegiatan itikaf di Masjid Istiqlal dapat berjalan dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Melalui kemudahan akses transportasi serta fasilitas yang memadai, Masjid Istiqlal tetap menjadi salah satu tujuan utama umat Islam untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan berbagai kegiatan ibadah.***