
SERAYUNEWS- Pemilihan Materi Pembelajaran Inti (MPI) dalam proses belajar mengajar tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, materi yang diajarkan harus selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.
Keselarasan antara MPI dan CP sangat penting karena CP menjadi standar kemampuan yang harus dikuasai siswa pada akhir fase pembelajaran.
Jika materi yang diajarkan tidak mendukung capaian tersebut, proses pembelajaran berpotensi tidak efektif dan siswa kesulitan mencapai kompetensi yang diharapkan.
Oleh karena itu, guru perlu memahami cara memastikan bahwa materi yang dipilih benar-benar mendukung CP pada setiap mata pelajaran.
Melansir berbagai sumber, berikut panduan lengkap yang dapat digunakan guru untuk memastikan MPI sudah sesuai dengan Capaian Pembelajaran.
Dalam Kurikulum Merdeka, Capaian Pembelajaran berfungsi sebagai arah utama pembelajaran pada setiap fase pendidikan. CP menggambarkan kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah menyelesaikan proses belajar pada fase tertentu.
Jika MPI tidak mendukung CP, beberapa masalah bisa terjadi, seperti:
· Materi pembelajaran tidak fokus pada kompetensi utama
· Siswa hanya menghafal konsep tanpa memahami makna
· Tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal
Sebaliknya, ketika MPI selaras dengan CP, proses pembelajaran akan menjadi lebih terarah, sistematis, dan bermakna bagi siswa.
Langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah membaca dan memahami teks CP secara utuh.
Jangan langsung fokus pada elemen tertentu saja. Guru perlu membaca mulai dari:
· Rasional mata pelajaran
· Tujuan fase pembelajaran
· Karakteristik pembelajaran
· Elemen kompetensi dalam CP
Dengan memahami gambaran besar CP, guru dapat mengetahui kompetensi akhir yang harus dicapai siswa sehingga lebih mudah menentukan materi yang relevan.
Setiap mata pelajaran biasanya memiliki beberapa elemen kompetensi dalam CP.
Elemen ini dapat berupa:
· pemahaman konsep
· keterampilan proses
· penalaran
· koneksi antar konsep
· kemampuan proyek
Guru perlu mencatat elemen tersebut sebagai peta utama materi yang harus diajarkan selama fase pembelajaran.
Capaian Pembelajaran selalu memuat kata kerja operasional yang menunjukkan tingkat kemampuan siswa.
Beberapa contoh kata kerja yang sering muncul antara lain:
· mengidentifikasi
· menjelaskan
· menganalisis
· mengevaluasi
· merancang
Kata kerja ini menentukan kedalaman materi yang harus diajarkan.
Misalnya jika CP menuntut kemampuan menganalisis, maka materi tidak cukup hanya berupa definisi dasar. Materi harus memberikan penjelasan yang lebih mendalam agar siswa mampu memahami hubungan antar konsep dan berpikir kritis.
Setelah memahami CP, guru perlu membuat pemetaan antara:
· Capaian Pembelajaran (CP)
· Tujuan Pembelajaran (TP)
· Materi Pembelajaran Inti (MPI)
Pemetaan ini membantu memastikan bahwa setiap materi yang diajarkan memiliki hubungan langsung dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Contohnya:
Elemen CP : Penalaran matematika
Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan hubungan pola bilangan
MPI : Barisan dan Deret
Melalui pemetaan ini, guru dapat melihat apakah materi sudah relevan atau perlu disesuaikan.
Pendekatan backward mapping berarti guru memulai perencanaan dari kompetensi akhir yang harus dicapai.
Langkahnya:
· Baca kalimat akhir CP
· Identifikasi kompetensi yang harus dimiliki siswa
· Tentukan materi yang diperlukan untuk mencapai kompetensi tersebut
Dengan cara ini, MPI yang dipilih akan menjadi tangga menuju capaian pembelajaran.
Dalam Kurikulum Merdeka, guru menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) secara bertahap.
MPI harus disusun mengikuti alur tersebut agar pembelajaran berlangsung secara logis dan berkesinambungan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
· kemampuan awal siswa
· tingkat kesulitan materi
· perkembangan kognitif peserta didik
Materi yang terlalu sulit akan membuat siswa kesulitan belajar, sementara materi yang terlalu mudah tidak akan mengembangkan potensi mereka.
Capaian Pembelajaran disusun secara berjenjang dan spiral antar fase pendidikan.
Guru perlu memastikan bahwa MPI:
· tidak terlalu rendah (sudah dipelajari pada fase sebelumnya)
· tidak terlalu tinggi (materi fase berikutnya)
Dengan memperhatikan kesinambungan antar fase, materi yang diajarkan akan tetap sesuai dengan perkembangan kompetensi siswa.
Materi yang baik biasanya memenuhi tiga prinsip utama.
· Relevansi
Materi harus berkaitan langsung dengan kompetensi dalam CP.
· Kedalaman
Pembahasan materi tidak terlalu dangkal tetapi juga tidak terlalu luas.
· Kebermaknaan
Materi dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran terasa lebih kontekstual.
Ketika ketiga prinsip ini terpenuhi, materi akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Guru dapat mengevaluasi kesesuaian MPI melalui asesmen formatif selama proses pembelajaran.
Beberapa indikator keberhasilan antara lain:
· siswa mampu menjawab soal analisis
· siswa dapat menjelaskan konsep dengan kata-kata sendiri
· siswa mampu menerapkan konsep dalam situasi baru
Jika sebagian besar siswa berhasil mencapai indikator tersebut, maka MPI dapat dianggap selaras dengan CP.
Langkah terakhir yang sangat efektif adalah melakukan diskusi dengan sesama guru dalam forum profesional seperti:
· KKG (Kelompok Kerja Guru)
· MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)
Dalam forum tersebut, guru dapat mempresentasikan pemetaan CP dan MPI yang telah dibuat.
Diskusi lintas sekolah sering membantu menemukan perspektif baru sekaligus memperkuat alasan mengapa suatu materi dianggap sesuai dengan CP.
Memastikan Materi Pembelajaran Inti (MPI) selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) merupakan langkah penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka.
Guru perlu melakukan analisis CP secara menyeluruh, memperhatikan kata kerja operasional, memetakan hubungan CP dengan tujuan pembelajaran, serta menguji kesesuaian materi melalui asesmen.
Dengan perencanaan yang sistematis, materi yang diajarkan tidak hanya relevan dengan kurikulum, tetapi juga mampu membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan pada akhir fase pembelajaran.