
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses layanan kesehatan.
Di bawah kepemimpinan Sadewo Tri Lastiono bersama Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, Pemkab Banyumas secara signifikan menaikkan alokasi anggaran program BPJS Universal Health Coverage (UHC).
Selain mendorong pengadaan ruang rawat inap di puskesmas pada setiap kecamatan, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga memperkuat pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Jika pada tahun sebelumnya Pemkab Banyumas mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar, pada tahun 2026 alokasi tersebut melonjak menjadi Rp 105 miliar.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat kegiatan tarawih keliling di Masjid BKM Kedungbanteng, Senin (2/3/2026).
“Pemkab telah menambah alokasi untuk BPJS UHC (Universal Health Coverage), dari Rp 50 miliar ditahun 2025, tahun ini bersama Wabup Lintarti dan teman-teman Legislatif, menambah jadi Rp 105 miliar,” katanya.
Sadewo menjelaskan, kebijakan penguatan BPJS UHC ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu, adil, dan terjangkau.
Saat ini, lebih dari 98 persen penduduk Banyumas telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
“Tujuannya jika ada warga yang butuh layanan kesehatan sudah dicover APBD, cukup menunjukan KTP,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sadewo juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Banyumas kepada masyarakat.
Beberapa di antaranya meliputi rencana peningkatan insentif bagi RT dan RW, rencana pembangunan jalan tol Pejagan–Cilacap yang akan melintasi wilayah Banyumas, serta sejumlah kebijakan pembangunan daerah lainnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana sarasehan bersama warga usai pelaksanaan tarawih keliling.