
SERAYUNEWS – Di tengah isu kenaikan biaya pendidikan tinggi yang sering menjadi beban bagi masyarakat, Universitas Terbuka (UT) Purwokerto semakin mempertegas misinya sebagai institusi pendidikan tinggi negeri yang inklusif. Melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh (PTTJJ), UT membuka lebar pintu bagi siapa saja yang selama ini merasa mimpi kuliahnya terhalang oleh keterbatasan ekonomi, waktu, maupun lokasi geografis.
Transformasi digital yang diusung oleh UT menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang benar-benar “milik semua”. Bukan sekadar memberikan akses, UT berkomitmen menjaga standar kualitas akademik yang setara dengan perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya, namun dengan model penyampaian yang jauh lebih fleksibel.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa fleksibilitas adalah nyawa dari sistem pendidikan di UT. Sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang secara resmi mengantongi izin penyelenggaraan pendidikan jarak jauh penuh, UT telah membangun Digital Learning Ecosystem (DLE).
“Siapa pun bisa kuliah di UT karena sistemnya terbuka. Proses belajar fleksibel, bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja,” ujar Dr. Prasetyarti. Melalui ekosistem DLE, seluruh layanan akademik—mulai dari proses registrasi, akses materi kuliah digital, hingga pelaksanaan ujian—terintegrasi secara daring. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mengatur jadwal belajar mereka sendiri tanpa harus meninggalkan kewajiban lain seperti bekerja atau mengurus rumah tangga.
Salah satu stigma yang coba dipatahkan adalah anggapan bahwa pendidikan terjangkau berarti kualitas yang rendah. Dosen UT Purwokerto, Indah Setia Utami, S.E., M.Si., menekankan bahwa kurikulum UT dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.
“Kurikulum dan layanan UT mengedepankan relevansi dengan kebutuhan zaman dan kemampuan berpikir kritis. Ini modal penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi di lingkungan profesional maupun sosial,” tegas Indah. Hal ini dibuktikan dengan catatan prestasi yang signifikan, di mana UT meraih rekor MURI sebagai kampus dengan alumni terbanyak yang lolos seleksi CPNS. Fakta ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan UT diakui secara luas oleh instansi pemerintah maupun sektor swasta.
UT Purwokerto tidak hanya menyasar lulusan baru (fresh graduates), tetapi juga mendukung konsep lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat. Mahasiswa UT berasal dari latar belakang yang sangat beragam, mulai dari ASN, anggota TNI/Polri, karyawan swasta, wirausahawan, hingga ibu rumah tangga.
Dengan biaya yang transparan dan tanpa uang gedung, pendidikan tinggi kini bukan lagi menjadi kemewahan eksklusif bagi kelompok tertentu, melainkan hak dasar yang dapat dinikmati hingga pelosok daerah. Bagi generasi muda yang ingin berkarya sambil tetap menempuh studi, pendaftaran mahasiswa baru UT kini telah dibuka. Calon mahasiswa dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui laman admisi-sia.ut.ac.id atau memantau informasi terkini melalui akun Instagram resmi @utpurwokerto.
Melalui inovasi dan inklusivitas ini, UT Purwokerto tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membangun fondasi bagi masa depan Indonesia yang lebih cerdas dan unggul, tanpa ada satu pun orang yang tertinggal di belakang karena kendala biaya.***