Jumat, 21 Januari 2022

Pengalaman Tangani Varian Delta, Cilacap Perketat Cegah Masuknya Omicron, Ini Kata Dinkes

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi (Ulul).

Kabar mengenai ancaman gelombang 3 Covid-19 dengan munculnya varian Omicron di Indonesia menjadi perhatian seluruh daerah termasuk Kabupaten Cilacap. Dengan pengalaman menangani varian Delta, Pemkab Cilacap berupaya mencegah masuknya Omicron dengan prokes ketat dan percepatan vaksinasi.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan, bahwa hingga saat ini belum terdeteksi adanya penyeberan varian Omicron di Cilacap. Meski demikian, untuk mencegahnya, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dengan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Baca juga  Polres Banjarnegara Tekan Kerumunan di Malam Tahun Baru

“Sampai saat ini belum terdeteksi adanya Omicron di Kabupaten Cilacap, kasus Covid masih ada satu dan bukan Omicron,” ujar Pramesti saat dihubungi, Selasa (11/01/2022).

Sedangkan terkait dengan pengalaman masuknya varian Delta ke Cilacap yang dibawa oleh anak buah kapal (ABK) kapal asing, pihaknya juga memastikan untuk memperketat jalur kapal di pelabuhan serta melakukan sampling antigen di sejumlah titik rawan termasuk di perbatasan masuk Cilacap.

“Di pelabuhan lebih diperketat, sampling pemeriksaan antigen juga sudah dilakukan di pintu perbatasan sejak Natal dan Tahun Baru kemarin, sekarang samplingnya kepada kelompok rawan saja,” ujarnya.

Baca juga  Soal Rencana Sekolah Tatap Muka 100 Persen, Ahli Epidemiologi Unsoed Pinta Pemkab Banyumas Antisipasi Omicron

Sedangkan ditanya soal keberadaan warga negara asing yang ada di Cilacap yang dominan bekerja di sektor industri, pihaknya juga memastikan masih aman dan belum terdeteksi adanya penyebaran Omicron.

“Keberadaan WNA di Cilacap tidak beresiko karena tidak kemana-mana, yang beresiko itu kan yang baru datang dari luar,” katanya.

Selain menerapkan prokes ketat dengan 5M, satgas juga lebih memperkuat pencegahan dengan 3T yakni testing, tracing dan treatmen. Serta upaya lain yakni memperkuat kekebalan kelompok dengan percepatan vaksinasi.

“Pencegahan juga percepatan vaksinasi supaya cepat selesai, dosis satu sudah 84%, lansia 78%, anak-anak 88%,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini