
SERAYUNEWS-Kesadaran menjaga kesehatan dinilai tetap menjadi hal utama, meskipun masyarakat telah terlindungi oleh program jaminan kesehatan. Pesan itu disampaikan Aula Windy (31), seorang perawat yang aktif mengedukasi pentingnya pola hidup sehat di tengah kemudahan layanan BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Aula yang merupakan warga Bukateja, Kabupaten Purbalingga, sehari-hari bertugas di PKU Muhammadiyah Merden. Dalam kesehariannya, ia tidak hanya melayani pasien, tetapi juga konsisten menerapkan gaya hidup sehat bersama keluarganya. Menurutnya, kepesertaan dalam program JKN justru harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kesehatan, bukan sebaliknya.
“Kalau sudah punya jaminan kesehatan, bukan berarti kita boleh lengah. Justru kita harus tetap menjaga pola hidup agar tidak mudah sakit,” ujarnya.
Sebagai tenaga kesehatan, Aula menerapkan pola makan bergizi seimbang daalm keluarga kecilnya, termasuk dengan rutin mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Ia dan suami mengonsumsi vitamin secara berkala, sementara kedua anaknya diberikan setiap hari sebagai upaya pencegahan penyakit.
Selain itu, ia juga menyempatkan diri berolahraga ringan di rumah. Salah satunya dengan mengikuti senam kardio melalui platform digital guna menjaga kebugaran di tengah kesibukan sebagai tenaga kesehatan sekaligus ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah kami jarang sakit. Paling anak-anak yang masih kecil memang lebih rentan, misalnya tertular batuk atau pilek dari lingkungan bermain,” katanya.
Sebagai perawat, Aula juga disiplin menerapkan protokol kesehatan saat bertugas. Ia memastikan penggunaan masker, kebiasaan mencuci tangan, serta penggunaan antiseptik dilakukan secara konsisten demi mencegah penularan penyakit.
Di sisi lain, Aula mengakui kemudahan layanan kesehatan saat ini semakin terasa dengan hadirnya inovasi digital seperti Aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut dinilai sangat membantu, terutama dalam mengakses antrean layanan kesehatan secara daring tanpa harus datang lebih awal ke fasilitas kesehatan.
Tak hanya itu, fitur lain seperti perubahan fasilitas kesehatan juga dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi, sehingga menghemat waktu dan tenaga.
“Aplikasi Mobile JKN sangat membantu. Menurut saya, ini penting dimiliki semua peserta karena memudahkan akses layanan kesehatan,” ujarnya.
Dalam praktiknya, Aula juga aktif mengedukasi pasien agar memanfaatkan layanan digital tersebut. Ia mendorong masyarakat untuk lebih melek teknologi dalam mengakses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit.
Melalui pengalaman dan perannya di lapangan, Aula berharap masyarakat tidak hanya bergantung pada jaminan kesehatan, tetapi juga menjadikan pola hidup sehat sebagai kebutuhan sehari-hari. Ia menilai, kombinasi antara perlindungan JKN dan upaya preventif menjadi kunci utama untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.