
SERAYUNEWS- Manajemen Persib Bandung mulai bergerak menyusun kekuatan menghadapi musim 2026/2027 yang diprediksi menjadi salah satu musim tersibuk dalam sejarah klub.
Bersama pelatih anyar Igor Tolic, Maung Bandung berencana membangun skuad yang lebih dalam dan kompetitif guna menghadapi empat ajang berbeda sekaligus.
Setelah sanksi larangan registrasi pemain baru dari FIFA dicabut, Persib kini memiliki keleluasaan untuk menambah amunisi baru.
Namun, manajemen memastikan fondasi utama tim juara tetap dipertahankan dengan mempertahankan sekitar 80 persen pemain yang sukses membawa Persib meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas tim sekaligus mempertahankan mental juara yang sudah terbentuk dalam beberapa musim terakhir.
Musim depan, Persib tidak hanya berkompetisi di level domestik. Klub kebanggaan Bobotoh itu juga akan tampil di sejumlah ajang bergengsi regional dan Asia.
Empat kompetisi yang akan diikuti Persib meliputi:
1. Super League 2026/2027
2. Piala Liga
3. ASEAN Club Championship
4. AFC Champions League Two
Padatnya jadwal pertandingan membuat manajemen menilai kebutuhan akan kedalaman skuad menjadi sangat penting. Persib membutuhkan lebih banyak pemain berkualitas agar mampu menjaga performa sepanjang musim tanpa mengalami penurunan akibat kelelahan atau cedera.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan dalam keterangan di laman resmi Persib mengungkapkan komunikasi intensif dengan Igor Tolic sudah dilakukan untuk mempersiapkan tim menghadapi tantangan tersebut.
Menurutnya, pelatih asal Kroasia itu saat ini tengah merancang program latihan sekaligus menyusun kebutuhan pemain untuk musim depan.
“Pastinya skuad lebih besar dibanding musim-musim sebelumnya agar persiapan lebih optimal. Kami sudah berkomunikasi dalam beberapa hari terakhir. Coach juga sedang merancang program latihan dan kami akan terus berkoordinasi terkait jadwal latihan, waktu berkumpulnya pemain, serta kebutuhan tim lainnya,” ujar Adhitia.
Keikutsertaan Persib dalam empat kompetisi sekaligus menjadi pengalaman baru bagi klub. Terlebih, Maung Bandung akan kembali membawa nama Indonesia di dua kompetisi internasional, yakni ASEAN Club Championship dan AFC Champions League Two.
Menurut Adhitia, situasi tersebut menghadirkan tantangan besar sekaligus peluang untuk meningkatkan standar profesionalisme klub.
Ia menilai jadwal yang padat menuntut kesiapan tim secara menyeluruh, mulai dari kualitas pemain, kebugaran fisik, hingga manajemen rotasi skuad selama kompetisi berlangsung.
“Ini memang menantang, tetapi juga menarik untuk diikuti. Mungkin baru kali ini ada klub Indonesia yang menghadapi begitu banyak kompetisi dalam satu musim. Mudah-mudahan ini bisa menjadi standar baru bagi klub-klub Indonesia ke depannya,” katanya.
Pergantian kursi pelatih menjadi salah satu perubahan besar yang terjadi di Persib musim depan. Setelah sukses membawa Persib meraih tiga gelar liga secara beruntun, Bojan Hodak kini beralih peran menjadi Technical Advisor klub.
Tongkat estafet kepelatihan diserahkan kepada Igor Tolic, sosok yang selama ini menjadi tangan kanan Hodak dalam dua musim terakhir.
Keputusan tersebut dinilai logis karena Tolic telah memahami karakter tim, filosofi permainan, serta kebutuhan skuad yang selama ini dibangun bersama Hodak.
Lebih dari itu, Tolic juga mewarisi fondasi tim yang kuat. Mayoritas pemain inti Persib dipastikan tetap bertahan sehingga proses transisi diperkirakan berjalan lebih mulus.
Igor Tolic memastikan Persib tidak akan melakukan perombakan besar-besaran pada skuad juara. Menurutnya, mempertahankan kerangka tim yang sudah terbukti sukses jauh lebih penting dibanding melakukan perubahan drastis.
Ia memperkirakan sekitar 80 persen pemain musim lalu masih akan menjadi bagian dari Persib pada musim 2026/2027.
“Mayoritas pemain akan bertahan, mungkin sekitar 80 persen. Ketika sebuah tim berada di posisi pertama, tidak ada alasan untuk melakukan banyak perubahan. Memang ada klub lain yang tertarik pada beberapa pemain kami, tetapi sebagian besar masih memiliki kontrak,” jelas Tolic.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Persib tetap mengandalkan kekuatan utama yang telah mengantarkan klub mendominasi kompetisi domestik dalam beberapa musim terakhir.
Meski mempertahankan sebagian besar pemain inti, Persib tetap akan aktif di bursa transfer. Kehadiran empat kompetisi membuat kebutuhan pemain meningkat signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.
Manajemen berencana mendatangkan sejumlah pemain baru yang mampu meningkatkan kualitas sekaligus memperdalam persaingan di setiap posisi.
Adhitia menegaskan target Persib bukan hanya memiliki skuad yang lebih banyak secara kuantitas, tetapi juga lebih kompetitif dari sisi kualitas.
“Persiapan kami adalah membangun tim yang lebih besar, tetapi juga lebih kompetitif. Standar yang sudah dibangun selama ini harus tetap dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Bojan Hodak kembali menorehkan catatan istimewa setelah dinobatkan sebagai pelatih terbaik BRI Super League 2025/2026.
Penghargaan tersebut melengkapi kesuksesannya membawa Persib meraih gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sejak pertama kali menangani Persib pada musim 2023/2024, Hodak tidak pernah gagal meraih penghargaan pelatih terbaik setiap musimnya.
Meski bangga dengan pencapaian tersebut, Hodak menegaskan keberhasilan yang diraih bukan hasil kerja individu semata.
“Menjadi pelatih terbaik tentu sesuatu yang membanggakan. Tetapi penghargaan ini bukan hanya untuk saya. Ada kontribusi besar dari manajemen, staf pelatih, para pemain, dan juga suporter. Semua memiliki peran dalam pencapaian ini,” kata Hodak.
Dengan fondasi tim yang tetap kuat, tambahan pemain baru, serta kepemimpinan Igor Tolic di pinggir lapangan, Persib Bandung memasuki musim 2026/2027 dengan ambisi besar.
Selain mempertahankan dominasi di kompetisi domestik, Maung Bandung juga membidik prestasi lebih tinggi di level regional dan Asia. Dukungan penuh manajemen serta kedalaman skuad yang lebih baik diharapkan mampu membawa Persib bersaing di semua kompetisi yang diikuti.
Musim depan menjadi ujian sesungguhnya bagi Persib untuk membuktikan bahwa status juara bukan sekadar pencapaian masa lalu, melainkan standar yang harus terus dipertahankan.