
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Perekonomian Banyumas Raya menunjukkan kinerja positif pada awal 2026. Empat kabupaten yang terdiri atas Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada Triwulan I-2026.
Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Cilacap menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni mencapai 6,57 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Banyumas menyusul dengan pertumbuhan 6,35 persen. Sementara Purbalingga tumbuh 5,35 persen dan Banjarnegara sebesar 5,32 persen.
“Kinerja ekonomi pada triwulan I 2026 didorong oleh menguatnya konsumsi rumah tangga seiring kenaikan UMP, pencairan THR, penyaluran stimulus pemerintah, dan meningkatnya aktivitas ekonomi selama long festive season,” tulis pernyataan resmi KPwBI Purwokerto.
Menguatnya konsumsi rumah tangga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perekonomian Banyumas Raya.
Selain itu, keberlanjutan proyek strategis pemerintah dan swasta serta masuknya periode panen raya turut menopang pertumbuhan.
Dari sisi struktur ekonomi, industri pengolahan menjadi sektor dengan pangsa terbesar di Banyumas Raya, yakni 39 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 14 persen, perdagangan besar dan eceran 11 persen, serta konstruksi sebesar 9 persen.
Kontribusi terhadap PDRB Banyumas Raya juga tidak merata. Cilacap menjadi daerah dengan kontribusi terbesar, mencapai 49,2 persen.
Berikutnya Banyumas menyumbang 27,5 persen, Purbalingga 12,4 persen, dan Banjarnegara 10,8 persen.
Sejumlah sektor mencatat pertumbuhan cukup tinggi pada periode tersebut. Sektor konstruksi di Banjarnegara tumbuh 20,24 persen, sedangkan Purbalingga mencapai 14,44 persen.
Sementara itu, panen padi di daerah sentra produksi turut mendongkrak sektor pertanian.
Di Cilacap, sektor pertanian tumbuh 14,53 persen, sedangkan Banyumas mencapai 12,67 persen.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya pada awal 2026 ditopang oleh berbagai sektor, mulai dari konsumsi masyarakat, industri, konstruksi hingga pertanian.